Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Yaman: Klaim Saudi soal Rudal di Madinah adalah Kebohongan

Published

on

Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Yahya Saree, mengumumkan dimulainya blokade laut terhadap Arab Saudi sebagai bagian dari penerapan doktrin "blokade dibalas blokade.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Yahya Saree menanggapi klaim Arab Saudi mengenai dugaan pencegatan rudal di wilayah udara Madinah.

Media ABI, 6 November 2026 — Angkatan Bersenjata Yaman menanggapi klaim Arab Saudi mengenai dugaan pencegatan rudal di wilayah udara Madinah dengan menyebutnya sebagai tuduhan palsu dan tidak berdasar.

Dilansir Mehr News Agency pada Jumat (6/11/2026), mengutip Al-Masirah, juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Yahya Saree mengatakan klaim pihak Saudi mengenai pencegatan sebuah rudal di wilayah udara Madinah adalah “kebohongan” dan tidak benar.

Baca juga: Perang Iran Berbuah Pemakzulan, Menteri Perang Trump di Ujung Tanduk

Saree mengatakan pengulangan klaim tersebut merupakan bagian dari upaya untuk menuduh dan mendiskreditkan rakyat serta Angkatan Bersenjata Yaman. Ia menegaskan bahwa operasi militer Yaman hanya menargetkan fasilitas minyak dan pangkalan militer milik Arab Saudi.

“Rakyat Yaman memiliki penghormatan dan keyakinan yang besar terhadap kesucian Islam,” kata Saree. Menurutnya, pihak yang justru membahayakan kesucian tersebut adalah mereka yang menyebarkan kemaksiatan dan perilaku tercela di tempat-tempat suci.

Baca juga: 

Beberapa hari sebelumnya, Angkatan Bersenjata Yaman juga menanggapi klaim Arab Saudi mengenai penembakan jatuh sebuah drone di wilayah udara Madinah. Yaman menyebut klaim tersebut sebagai bagian dari “kampanye kebohongan besar-besaran” Arab Saudi terhadap Yaman.

Dalam pernyataan tersebut, pihak Yaman juga menuduh Arab Saudi menggunakan klaim mengenai Makkah dan Madinah untuk menutupi kegagalannya di Yaman sekaligus mencemarkan nama Angkatan Bersenjata Yaman, yang disebut memiliki keyakinan dan komitmen terhadap Islam. []

Baca juga: Trump Mencari Tumbal atas Perang Iran