Internasional
Velayati: Iran Arsitek Utama Tatanan Baru Kawasan

Media ABI, 6 November 2026 — Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran untuk Urusan Internasional, Ali Akbar Velayati, menyatakan Iran merupakan salah satu arsitek utama tatanan baru di Asia Barat. Ia menilai posisi geografis dan strategis Iran menjadikan negara tersebut sebagai kekuatan yang sulit diabaikan dalam perubahan geopolitik kawasan.
Baca juga: Panglima TNI Jelaskan Alasan Pengerahan 20.980 Prajurit ke Jakarta
Dalam unggahan di media sosial X pada Jumat (6/11/2026) pukul 10.48, Velayati mengatakan pembicaraan mengenai tatanan baru Asia Barat harus memperhitungkan posisi Iran yang berada di persimpangan sejumlah kawasan strategis, yakni Teluk Persia, Asia Tengah, Kaukasus, dan Laut Oman.
“Sekarang, ketika semua orang berbicara tentang tatanan baru Asia Barat, perlu diperhatikan bahwa Iran merupakan jembatan antara Teluk Persia, Asia Tengah, Kaukasus, dan Laut Oman. Setiap koridor energi atau transit yang berupaya menghindari Iran akan menjadi lebih mahal atau tidak stabil,” tulis Velayati.
Ia juga menekankan keterkaitan keamanan negara-negara di kawasan. Menurutnya, keamanan kolektif merupakan jalan untuk mencegah meluasnya krisis dan menjaga stabilitas regional.
“Rangkaian krisis dari Gaza hingga Laut Merah dan dari Lebanon hingga Irak menunjukkan bahwa keamanan kawasan tidak dapat dibagi-bagi. Entah keamanan kolektif terwujud, atau semua pihak akan mengalami ketidakamanan secara kolektif,” ujarnya.

Ali Akbar Velayati menyebut Iran sebagai salah satu arsitek utama tatanan baru Asia Barat di tengah perubahan geopolitik kawasan.
Baca juga: Trump Gelar Rapat dengan Tim Keamanan Nasional Bahas Iran
Velayati kemudian menilai perubahan geopolitik yang berlangsung di Asia Barat telah membawa dampak luas terhadap konfigurasi politik kawasan, termasuk dinamika politik di Israel dan Amerika Serikat.
“Gelombang perubahan geopolitik Asia Barat menelan pemilu Israel dan Amerika. Kesimpulannya: sekarang Iran merupakan salah satu arsitek utama tatanan kawasan, sebuah kenyataan yang tidak dapat dihapus maupun digantikan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan pandangan Velayati bahwa perubahan geopolitik Asia Barat sedang membentuk konfigurasi baru, dengan Iran ditempatkan sebagai salah satu aktor utama dalam tatanan yang muncul. []
Baca juga: Yaman: Klaim Saudi soal Rudal di Madinah adalah Kebohongan







