Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Balasan Iran terhadap AS-Israel Jangkau Eropa

Published

on

Anggota Parlemen Iran Hossein Ali Haji-Deligani memperingatkan bahwa respons terhadap serangan AS-Israel dapat menjangkau Eropa.
Anggota Parlemen Iran Hossein Ali Haji-Deligani memperingatkan bahwa respons terhadap serangan AS-Israel dapat menjangkau Eropa.

Media ABI, 6 November 2026 — Anggota Parlemen Iran, Hossein Ali Haji-Deligani, memperingatkan bahwa setiap serangan Amerika Serikat dan Israel akan dibalas Iran dengan tindakan yang jangkauannya dapat mencapai Eropa. Ia juga memperkirakan serangan tersebut akan mendorong harga minyak menembus 150 dolar AS per barel.

Dalam wawancara dengan Kantor Berita Tasnim pada Jumat (6/11/2026), Haji-Deligani, anggota parlemen yang mewakili Shahin Shahr, mengatakan Iran akan merespons setiap tindakan destruktif atau serangan Amerika Serikat dan Israel dengan langkah strategis yang tidak terbatas pada lokasi maupun skala serangan.

Baca juga: Reuters: Iran Mengubah Pemerintahan Amerika

“Jika Amerika Serikat dan rezim Zionis melakukan tindakan destruktif atau memulai serangan, respons Republik Islam Iran akan sedemikian rupa sehingga jangkauan rudal yang digunakan untuk merespons juga mencakup Eropa. Hal ini akan menyebabkan harga minyak melampaui 150 dolar,” ujar Haji-Deligani.

Menurut dia, Iran akan menerapkan apa yang disebutnya sebagai “respons strategis”, yakni tindakan yang tidak semata-mata disesuaikan dengan skala atau lokasi serangan pihak lawan. Ia mengatakan langkah tersebut akan dilakukan dalam skala besar, berlipat, dan strategis tanpa mempertimbangkan batasan geografis.

Mengenai waktu pelaksanaannya, Haji-Deligani mengatakan Iran tidak terburu-buru mengakhiri perang. Menurutnya, perlawanan akan terus berlangsung hingga kemenangan akhir tercapai, kemenangan tersebut terkonsolidasi, dan daya tangkal Iran sepenuhnya terbentuk.

Baca juga: 

Ia juga menyinggung peran aktif masyarakat di bawah kepemimpinan Pemimpin Tertinggi Iran serta kinerja para komandan angkatan bersenjata, khususnya pasukan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan Angkatan Laut Iran. Menurut Haji-Deligani, Iran telah menggagalkan rencana pihak lawan untuk memulai apa yang disebutnya sebagai “perang ketiga” terhadap Iran dengan menimbulkan “ketakutan, keraguan, dan perpecahan” di kubu lawan.

Wakil Ketua Komisi Pasal 90 Parlemen Iran itu mengatakan masyarakat memahami bahwa sebelum perang fisik terjadi, pihak lawan telah merancang puluhan bentuk perang nonfisik. Namun, menurut dia, seluruh upaya tersebut telah gagal melalui metode yang disebutnya inovatif serta upaya menciptakan ketakutan dan perpecahan di pihak lawan.

Karena itu, ia mengatakan masyarakat akan tetap berada di lapangan hingga kemenangan akhir dan daya tangkal penuh tercapai. Ia juga menyerukan apa yang disebutnya sebagai “persatuan di seluruh medan”, seraya merujuk pada apa yang disebutnya sebagai heroisme sehari-hari Yaman dalam menghadapi musuh.

Terkait blokade laut terhadap Iran, Haji-Deligani mengatakan tindakan tersebut tetap merupakan bentuk perang terhadap negaranya meskipun berlangsung ratusan mil dari wilayah Iran. Menurut dia, Iran akan mengambil tindakan pada waktu yang dianggap tepat dengan menggunakan persenjataan yang telah dipersiapkan.

“Walaupun blokade laut terhadap Iran terjadi ratusan mil jauhnya, tindakan tersebut merupakan bentuk perang terhadap negara kami. Pada saat yang tepat, dengan memanfaatkan persenjataan yang telah dipersiapkan, kami akan menyerang dan melancarkan serangan terhadap musuh,” ujarnya. []

Baca juga: Negara yang Rapi Mengurus Segalanya, Kecuali Kunci Rumahnya