Internasional
The Times: Jerman Diam-Diam Kembangkan Senjata Antariksa Jarak Jauh

Media ABI, 7 November 2026 – Surat kabar Inggris The Times melaporkan bahwa sebuah perusahaan teknologi Jerman diam-diam mengembangkan sistem persenjataan yang dirancang untuk meluncurkan proyektil konvensional dari orbit Bumi menuju sasaran di permukaan.
Baca juga: WSJ: Ansarullah Kendalikan Lalu Lintas Kapal di Laut Merah
Menurut laporan Kantor Berita Mehr pada Sabtu (7 November 2026), The Times menyebut perusahaan teknologi Jerman Atmos Space Cargo tengah mengembangkan secara rahasia sistem persenjataan yang disebut “space-to-ground” atau “antariksa-ke-darat”. Secara teoritis, sistem tersebut dapat digunakan untuk menyerang sasaran di berbagai wilayah di dunia.
Proyek yang diberi nama “Long-Range Orbital Precision Strike” itu dirancang untuk meluncurkan proyektil konvensional dari sebuah satelit. Proyektil tersebut ditempatkan di dalam kapsul pelindung yang dirancang untuk mencegahnya terbakar akibat panas saat memasuki atmosfer Bumi.
Sebastian Klaus, CEO Atmos Space Cargo sekaligus mantan anggota pasukan khusus Angkatan Darat Jerman, mengatakan kepada The Times bahwa pengembangan teknologi tersebut untuk kepentingan militer dimulai setelah pecahnya perang di Ukraina pada 2022.
Baca juga:
- Al-Sayed: Uang Pajak AS Bukan untuk Membeli Bom dan Tank bagi Israel
- Media Barat Jadikan Nama Trump sebagai Simbol Kekalahan Politiknya
- Reuters: Iran Mengubah Pemerintahan Amerika
Atmos berencana menggandeng salah satu perusahaan besar industri pertahanan Eropa untuk mengembangkan proyek tersebut dan membawanya melampaui tahap purwarupa. Salah satu perusahaan yang disebut sebagai calon mitra adalah MBDA, perusahaan pertahanan Eropa yang bergerak di bidang sistem rudal.
Meski demikian, proyek tersebut masih berada pada tahap awal pengembangan. Kelayakan teknis dan ekonominya belum dapat dipastikan. Para pakar juga mempertanyakan kemampuan untuk mendeteksi dan melacak lintasan proyektil tersebut, selain menyoroti hambatan hukum terkait penempatan dan penggunaan sistem persenjataan di ruang angkasa.
Jika kelak mencapai tahap operasional, konsep tersebut berpotensi menghadirkan bentuk baru kemampuan serangan jarak jauh dari orbit. Namun, berdasarkan laporan yang tersedia, sistem tersebut masih berada dalam tahap pengembangan dan belum terbukti layak secara teknis maupun ekonomis. []
Baca juga: Doktrin Baru Pertahanan Iran: Tanpa Batasan dalam Menghadapi Musuh







