Internasional
Peringatan IRGC: Setiap Ancaman dan Agresi Akan Dihancurkan dengan Tegas

Media ABI, 18 Agustus 2026 – Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC menegaskan akan menghadapi setiap ancaman dan agresi dengan kekuatan penuh melalui strategi pencegahan maksimal dan operasi ofensif. Penegasan tersebut disampaikan dalam pernyataan memperingati 26 Mordad atau 17 Agustus, hari kepulangan para mantan tawanan perang Iran ke tanah air.
Dilansir Sepah News pada Senin malam (17/8/26), IRGC menyatakan para anggotanya akan meneladani pengorbanan, perlawanan, dan keteguhan para mantan tawanan perang dalam menghadapi situasi yang disebut sensitif saat ini.
Baca juga: Pejabat Iran kepada Reuters: Kami Tak Akan Menunggu AS Perpanjang Blokade
Dengan bersandar kepada Tuhan dan mengikuti arahan Pemimpin Tertinggi Iran sekaligus Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, Imam Sayyed Mojtaba Hosseini Khamenei, IRGC menyatakan akan mengerahkan seluruh kemampuan untuk menjaga Revolusi Islam serta melindungi keutuhan wilayah, kemerdekaan, kehormatan, dan kepentingan nasional Iran.
“Setiap ancaman dan agresi akan kami hancurkan dengan ketegasan penuh melalui strategi pencegahan maksimal dan operasi ofensif yang kuat,” demikian pernyataan IRGC.
Dalam pernyataannya, IRGC menyebut 26 Mordad sebagai hari yang mengingatkan pada kepulangan para mantan tawanan perang Iran setelah bertahun-tahun menjalani penahanan di penjara rezim Baath Irak. Menurut IRGC, peristiwa tersebut merupakan salah satu halaman penting dalam sejarah Revolusi Islam dan menjadi pelajaran bagi generasi muda yang tidak mengalami langsung masa tersebut.
IRGC menyebut para mantan tawanan perang sebagai teladan perlawanan, keteguhan, dan harapan. Kesabaran, perjuangan, penderitaan, serta pengorbanan mereka selama menjalani penahanan disebut sebagai warisan spiritual yang akan terus dikenang dalam sejarah Iran.
Baca juga: Pidato Ketua Umum ABI: Makna Kemerdekaan dan Jalan Menuju Kedaulatan Sejati
Mereka juga disebut sebagai bukti penderitaan Iran, sekaligus pewaris darah para syuhada serta simbol kesabaran, keteguhan, kebebasan, dan kehormatan.
IRGC menyampaikan penghormatan kepada para mantan tawanan perang dan menegaskan bahwa pasukannya akan tetap siaga menghadapi situasi saat ini. Dalam menghadapi setiap ancaman, IRGC menyatakan akan bertindak secara terpadu dan terkoordinasi bersama seluruh angkatan bersenjata Iran.
Pernyataan tersebut menegaskan kembali komitmen IRGC untuk menjaga Revolusi Islam serta melindungi keutuhan wilayah, kemerdekaan, kehormatan, dan kepentingan nasional Iran.
Pernyataan IRGC ditutup dengan kutipan Al-Qur’an, “Dan kemenangan itu hanya datang dari Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” []







