Internasional
Panglima IRGC: Pejuang Islam Membuat Militer Terkuat Dunia Bertekuk Lutut

Media ABI, 15 Agustus 2026 — Panglima Korps Garda Revolusi Islam Iran, Mayor Jenderal Ahmad Vahidi, menyampaikan penghargaan kepada para pejuang Iran atas enam bulan operasi militer yang disebut berlangsung dalam kondisi berat. Dalam pesan tertulis bertepatan dengan datangnya bulan Rabiulawal, Vahidi mengatakan para pejuang telah membuat “militer paling bersenjata dalam sejarah dunia bertekuk lutut”.
Mengutip Mehr News Agency pada Sabtu (15/8/26), Vahidi menyebut enam bulan operasi tersebut berlangsung di tengah kondisi medan dan cuaca yang berat. Pasukan Iran, menurut Vahidi, beroperasi di tengah panas dan kelembapan tinggi di pulau serta pesisir selatan, sekaligus menghadapi suhu dingin di kawasan pegunungan perbatasan utara.
Baca juga: Indonesia Masuk Daftar Calon Pasukan Asing untuk Melucuti Senjata Hizbullah
Vahidi menilai operasi ofensif dan defensif yang berlangsung di bawah serangan berat menunjukkan ketahanan pasukan Iran. Dia mengaitkan capaian tersebut dengan keteguhan, tawakal kepada Tuhan, serta pengorbanan para personel di medan perang.
Dalam pesannya, Vahidi menyampaikan penghormatan kepada anggota Garda Revolusi, Angkatan Darat, kepolisian, Basij, masyarakat suku, serta personel yang disebut sebagai prajurit tanpa nama.
Dia juga mengutip ayat Al-Qur’an tentang orang-orang yang berjuang di jalan Allah dalam barisan yang kokoh seperti bangunan yang tersusun kuat.
Menurut Vahidi, enam bulan perjuangan tersebut telah menarik perhatian dunia dan membangkitkan harapan masyarakat tertindas terhadap berakhirnya dominasi kekuatan besar.
Dia menghubungkan perjuangan tersebut dengan pengalaman perang Iran-Irak selama delapan tahun serta sejarah awal Islam. Vahidi mengatakan para pejuang Iran dengan mengambil teladan dari Ahlulbait kembali menampilkan semangat pengorbanan yang pernah terlihat dalam Perang Iran-Irak dan menghidupkan kembali kenangan pertempuran Badar dan Khandaq pada masa Nabi Muhammad.
Vahidi kemudian memuji pengelolaan medan perang yang disebutnya inovatif di bawah kepemimpinan Ayatollah Sayyid Mojtaba Khamenei. Menurutnya, perjuangan tersebut dengan pertolongan Tuhan telah membuka jalan bagi kebangkitan masyarakat tertindas di berbagai belahan dunia.
Baca juga: Klaim Konyol Trump, Tuntut Iran Bayar Ganti Rugi atas Dampak Serangan
Dia juga menyatakan bahwa Iran telah menunjukkan kemampuan untuk memaksakan kehendaknya kepada lawan dan membuktikan bahwa Islam dapat memainkan peran dominan dalam tatanan dunia.
Dalam bagian lain pesannya, Vahidi memuji rakyat Iran yang menurutnya tetap bertahan selama perang dan tidak meninggalkan medan perjuangan. Dia berharap penderitaan masyarakat di kawasan, terutama Palestina dan Lebanon, segera berakhir dengan pertolongan Tuhan dan doa Imam Mahdi.
Vahidi kemudian mengaitkan berakhirnya penderitaan tersebut dengan harapan akan datangnya “matahari agung wilayah”, istilah yang digunakan dalam tradisi politik Republik Islam Iran untuk merujuk pada kepemimpinan religius.
Menutup pesannya, Vahidi menyampaikan ucapan selamat memasuki bulan Rabiulawal kepada para pejuang dan keluarga mereka. Dia memberikan penghargaan kepada keluarga yang telah membesarkan serta mengirimkan para personel tersebut ke medan perang, sekaligus mendoakan agar mereka memperoleh ganjaran terbaik dari Tuhan.
Vahidi juga meminta doa dari para pejuang yang disebutnya sebagai orang-orang yang dekat dengan Tuhan dan dicintai-Nya. []
Baca juga: Arab Saudi Rombak Struktur Pemerintahan, Tiga Dekret Kerajaan Diterbitkan







