Internasional
Citra Satelit Rekam Jejak Hantaman Rudal Iran di Pangkalan AS di Yordania

Media ABI, 3 September 2026 – Citra satelit menunjukkan bekas terbakar di landasan Pangkalan Udara Pangeran Hassan di Yordania yang diduga berkaitan dengan hantaman rudal balistik Iran.
Citra tersebut dibagikan akun pemantau sumber terbuka Egypt’s Intel Observer melalui platform X. Menurut laporan Tasnim News Agency pada Kamis, 3 September 2026, terlihat sebuah bekas terbakar di landasan pangkalan udara tersebut. Jika berasal dari hantaman langsung rudal balistik Iran, kerusakan itu dapat membuat landasan tidak dapat digunakan untuk sementara waktu.
Baca juga: Pangkalan AS di Kuwait Dilaporkan Dihantam Rudal
Egypt’s Intel Observer juga melaporkan adanya bekas terbakar di sekitar sejumlah hanggar pesawat yang diperkuat untuk menghadapi serangan.
Pangkalan Operasi Drone Amerika
Pangkalan Udara Pangeran Hassan diketahui menjadi lokasi pengoperasian pesawat nirawak Amerika Serikat MQ-4C yang menjalankan misi pengintaian dan pengumpulan informasi di sekitar Iran.
Sehari sebelum citra tersebut dipublikasikan, Korps Garda Revolusi Islam Iran mengumumkan telah menghantam hanggar pesawat nirawak RQ-4 dan MQ-9 serta infrastruktur teknis di Pangkalan Pangeran Hassan dengan rudal balistik.
Citra satelit yang beredar belum dapat memastikan secara independen penyebab bekas terbakar yang terlihat di landasan dan sekitar hanggar. Namun, temuan visual tersebut muncul setelah pengumuman Iran mengenai serangan terhadap fasilitas di pangkalan tersebut.
Citra Serupa dari Bahrain dan Erbil
Egypt’s Intel Observer sebelumnya juga membagikan citra satelit Sentinel-2 yang, menurut penilaiannya, memperlihatkan jejak serangan rudal dan pesawat nirawak Iran di Pangkalan Armada Kelima Amerika Serikat di Bahrain serta sebuah pangkalan di Erbil.
Baca juga: Al-Nujaba: Tentara AS yang Tersisa di Irak Akan Pulang dalam Peti Mati
Publikasi citra dari Pangkalan Pangeran Hassan menambah rangkaian gambaran visual mengenai dampak serangan yang dilaporkan terjadi terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan. Tingkat kerusakan di pangkalan Yordania tersebut belum diumumkan secara resmi dan masih menunggu konfirmasi dari sumber independen atau pihak berwenang. []
Baca juga: Serpihan Rudal AS Ungkap Kejamnya Serangan Berdarah di Sirik







