Internasional
Trump Beritahu Kongres, Operasi Militer AS terhadap Iran Berlanjut

Ahlulbait Indonesia, 14 Juli 2026 — Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi memberitahukan kepada Kongres bahwa operasi militer terhadap Iran terus berlanjut. Dalam surat kepada para anggota legislatif, Trump menegaskan operasi tersebut dilakukan secara terbatas dan terukur tanpa melibatkan pengerahan pasukan darat, sebagaimana dilaporkan Reuters pada Senin (13/7).
Pemberitahuan itu disampaikan ketika ketegangan antara Washington dan Teheran terus meningkat, terutama di kawasan strategis Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur utama perdagangan energi dunia.
Baca juga: Kematian Lindsey Graham Tinggalkan Kekosongan Strategis bagi Lobi Israel di Washington
Menurut Reuters, Angkatan Laut dan Angkatan Udara AS menyerang lebih dari 100 target yang dikaitkan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), termasuk di kawasan Konarak, Provinsi Sistan dan Baluchestan.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal ke sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah, antara lain di Yordania dan Kuwait. Rekaman yang beredar memperlihatkan rudal melintasi langit malam, sementara laporan menyebut salah satu sasaran adalah pangkalan udara AS sekitar 100 kilometer dari Amman. Di Kuwait, serangan tersebut dilaporkan memicu kebakaran di area pangkalan yang kemudian ditangani petugas pemadam.
Eskalasi terbaru ini terjadi setelah Iran sebelumnya dilaporkan menyerang kapal-kapal komersial yang dikaitkan dengan AS di Selat Hormuz. Sebagai balasan, militer AS menggempur lebih dari 80 target militer di Iran.
Hingga kini, kedua negara masih saling melancarkan operasi militer, memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah.
Di tengah situasi tersebut, IRGC kembali merilis video yang menampilkan peluncuran rudal menuju pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Publikasi tersebut dinilai sebagai bagian dari operasi informasi dan perang psikologis untuk menunjukkan kemampuan respons militer Iran sekaligus memperkuat efek gentar terhadap lawannya. []
Baca juga: Bloomberg: Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz Nyaris Terhenti di Tengah Eskalasi Konflik







