Internasional
Dana Pentagon untuk Perang Melawan Iran Menipis

Ahlulbait Indonesia, 22 Juli 2026 – Pentagon berpacu dengan waktu untuk mengamankan tambahan anggaran dari Kongres Amerika Serikat. Jika tidak tercapai kesepakatan sebelum Kongres memasuki masa reses pada Kamis (23/7), dana operasional militer AS diperkirakan hanya mampu menopang kegiatan dalam beberapa pekan ke depan.
Mengutip laporan The Washington Post pada Selasa (21/7/2026), tekanan terhadap anggaran Pentagon dipicu membengkaknya biaya perang melawan Iran. Kondisi itu memaksa Departemen Pertahanan AS memangkas berbagai program rutin guna menjaga keberlangsungan operasi militer.
Baca juga: Yaman Paksa 6 Kapal Saudi Berbalik dari Bab al-Mandab
Sejumlah pejabat militer, baik yang masih aktif maupun yang telah pensiun, mengungkapkan Pentagon mulai menunda atau membatasi sejumlah kegiatan, mulai dari pelatihan, pemeliharaan peralatan, hingga modernisasi dan perbaikan sistem persenjataan akibat keterbatasan anggaran.
Pemerintahan Presiden Donald Trump sebelumnya mengajukan permintaan tambahan dana sekitar 67 miliar dolar AS kepada Kongres untuk membiayai operasi perang. Namun, usulan tersebut masih tertahan di tengah kebuntuan politik di Capitol Hill.
Laporan itu juga menyebut estimasi awal biaya perang sebesar 30 miliar dolar AS dinilai jauh dari kebutuhan riil. Perhitungan tersebut disebut belum memasukkan biaya pemulihan pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah yang mengalami kerusakan akibat serangan balasan Iran.
Tekanan terhadap Pentagon kian meningkat karena Kongres dijadwalkan memasuki masa reses selama satu bulan mulai Kamis. Tanpa persetujuan anggaran tambahan sebelum masa reses dimulai, Departemen Pertahanan AS berisiko menghadapi keterbatasan pendanaan yang dapat memengaruhi kesiapan operasional Angkatan Laut dan Angkatan Udara hingga akhir tahun fiskal.
Baca juga: Iran Peringatkan Inggris Jika Bantu Serangan AS ke Iran
Sementara itu, anggota Partai Republik berupaya menyusun paket anggaran darurat, tetapi menghadapi hambatan di Senat. Di sisi lain, Partai Demokrat menolak memberikan tambahan dana selama pemerintahan Trump tetap melanjutkan perang yang, menurut mereka, tidak mendapat dukungan publik yang memadai.
Pentagon juga menghadapi sorotan dari sejumlah anggota Kongres karena dinilai belum memberikan penjelasan yang transparan mengenai sisa persediaan amunisi, stok persenjataan, serta rincian pengeluaran perang, meskipun terus mengajukan permintaan tambahan anggaran.
Dengan tenggat waktu yang semakin sempit, keputusan Kongres dalam beberapa hari mendatang akan menjadi faktor penentu bagi keberlanjutan pendanaan operasi militer Amerika Serikat. []
Baca juga: IRGC Hancurkan Pusat Data Amazon Web Services (AWS) di Bahrain







