Internasional
Setelah Enam Bulan Perang, Intelijen AS Nilai Iran Kian Percaya Diri

Media ABI, 5 September 2026 – Enam bulan perang dinilai membuat Iran semakin percaya diri terhadap kemampuan militernya. Penilaian intelijen Amerika Serikat yang dikutip The New York Times juga menunjukkan Teheran mungkin tengah mempertimbangkan peningkatan eskalasi secara signifikan.
Menurut laporan Tasnim News Agency pada Sabtu (5/9/2026), The New York Times memuat laporan tersebut di halaman depannya dengan mengutip sejumlah pihak yang telah menelaah laporan intelijen terbaru Amerika Serikat. Teheran, menurut penilaian itu, kini semakin yakin terhadap kemampuannya menyerang berbagai posisi di Timur Tengah.
Baca juga: Pasukan Zionis Gerebek Al-Bireh, Tangkap Warga Palestina di Bethlehem
Surat kabar tersebut juga menulis bahwa Iran tampaknya ingin memperpanjang perang untuk menguras sumber daya Amerika Serikat dan meningkatkan tekanan politik terhadap Presiden Donald Trump menjelang pemilihan paruh waktu.
Intelijen Amerika, menurut laporan itu, juga memperhitungkan kemungkinan Washington selama ini meremehkan daya tahan Iran dalam menghadapi pengeboman berkepanjangan dan tekanan ekonomi yang berat.
Pada saat yang sama, belum banyak tanda yang menunjukkan kesiapan Teheran untuk mencapai kesepakatan menyeluruh dengan Washington. Sejumlah pejabat Amerika menilai Iran akan memandang kelanjutan perang sebagai keuntungan selama konflik tersebut terus menimbulkan beban politik bagi Trump di dalam negeri.
Dalam beberapa pekan mendatang, Iran diperkirakan dapat mengulangi pola tindakan yang dilakukan pada Juli. Kemungkinan itu mencakup serangan terhadap pangkalan Amerika Serikat di Timur Tengah, kapal-kapal di Selat Hormuz, serta infrastruktur di Kuwait dan negara-negara lain.
Kemampuan Iran untuk meningkatkan tekanan terhadap Washington, menurut penilaian tersebut, juga mencakup kemungkinan serangan siber di dalam wilayah Amerika Serikat. []
Baca juga: Pasukan Zionis Gerebek Al-Bireh, Tangkap Warga Palestina di Bethlehem







