Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

IRGC Ancam Trump: Serangan Berikutnya Bisa Paksa AS Umumkan Berkabung Nasional

Published

on

Gelombang ke-22 Operasi Nasr 2 disebut menargetkan fasilitas militer AS di Pangkalan Ali Al Salem, Kuwait.
IRGC mengeluarkan peringatan kepada Presiden AS Donald Trump.

Ahlulbait Indonesia, 22 Juli 2026 — Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengeluarkan peringatan keras kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Setelah menghantam dua pangkalan militer AS di Yordania dalam gelombang ke-25 Operasi Nasr 2, IRGC menegaskan bahwa setiap serangan lanjutan terhadap Iran akan dibalas dengan operasi yang diklaim membawa konsekuensi jauh lebih besar, bahkan hingga memaksa pemerintah Amerika Serikat mengumumkan masa berkabung nasional.

Dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan Sepah News, Rabu (22/7), IRGC menyatakan serangan rudal dan drone tersebut menyasar Pangkalan Udara King Faisal dan Prince Hassan sebagai respons atas serangan udara Amerika terhadap sejumlah fasilitas militer dan sipil Iran pada malam sebelumnya.

Baca juga: Washington: Blokade Ansarullah Jadi Tantangan Besar Militer AS

Menurut IRGC, tahap pertama operasi menghantam hanggar persiapan pesawat tempur F-15, kemudian dilanjutkan dengan serangan ke hanggar penyimpanan drone. Mereka melaporkan delapan drone MQ-9 Reaper yang masih berada dalam kemasan berhasil dihancurkan, sementara dua unit lainnya mengalami kerusakan berat.

Serangan berikutnya disebut menyasar hanggar penyimpanan helikopter sehingga melumpuhkan dua helikopter berat milik Amerika. IRGC juga menyatakan fasilitas akomodasi personel militer AS ikut menjadi sasaran, yang menurut mereka mengakibatkan sejumlah prajurit Amerika tewas dan terluka.

IRGC menegaskan operasi terhadap sasaran-sasaran Amerika akan terus berlanjut selama Washington masih melancarkan agresi terhadap Iran. Menurut mereka, setiap aksi militer harus dibalas dengan biaya yang tinggi agar Amerika tidak lagi mengulangi pola eskalasi yang mereka gambarkan sebagai “berperang, berunding, lalu kembali berperang.”

Baca juga: IRGC Ancam Trump: Serangan Berikutnya akan Paksa AS Berkabung Nasional

Menurut IRGC, pemulihan daya tangkal dan keamanan yang berkelanjutan hanya dapat diwujudkan melalui respons yang tegas terhadap setiap bentuk agresi. Karena itu, mereka menegaskan akan terus melanjutkan operasi hingga pihak yang menyerang dipaksa menanggung konsekuensi yang dianggap setimpal.

Menutup pernyataannya, IRGC kembali memperingatkan bahwa jika Amerika Serikat tetap melanjutkan serangan terhadap Iran, Teheran siap meningkatkan operasi militernya dengan dampak yang diklaim jauh lebih besar bagi Washington, bahkan hingga berpotensi memaksa pemerintah AS mengumumkan masa berkabung nasional. []

Baca juga: Alasan Tokoh Nasional Yordania Sambut Seruan IRGC