Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Chuck Schumer: Trump Tanpa Diragukan adalah Presiden Paling Korup dalam Sejarah AS

Published

on

Chuck Schumer menyebut Donald Trump sebagai presiden paling korup dalam sejarah AS berdasarkan laporan terbaru Demokrat Senat.
Chuck Schumer menyebut Donald Trump sebagai presiden paling korup dalam sejarah AS berdasarkan laporan terbaru Demokrat Senat.

Ahlulbait Indonesia, 21 Juli 2026 – Pemimpin Fraksi Demokrat di Senat Amerika Serikat, Chuck Schumer, menyebut Donald Trump sebagai “presiden paling korup dalam sejarah Amerika Serikat.” Pernyataan itu disampaikan bersamaan dengan dirilisnya laporan yang menyebut bahwa Trump dan keluarganya memperoleh miliaran dolar keuntungan finansial melalui penyalahgunaan jabatan sejak dimulainya masa jabatan keduanya.

Menurut laporan Fars News Agency pada Selasa (21/7/2026), Schumer bersama sejumlah senator Demokrat meluncurkan laporan dalam kerangka Inisiatif Baru Pemberantasan Korupsi (New Anti-Corruption Initiative). Laporan tersebut menegaskan Donald Trump dan anggota keluarganya secara sistematis memanfaatkan kekuasaan presiden untuk meraih keuntungan finansial dalam jumlah sangat besar, sementara banyak keluarga Amerika kesulitan memenuhi biaya hidup yang terus meningkat.

Baca juga: IRGC Jawab Seruan Pemimpin Revolusi: Amerika Akan Menerima “Pelajaran yang Tak Terlupakan”

Laporan itu mengaitkan lonjakan kekayaan bersih keluarga Trump sejak awal masa jabatan keduanya dengan beban ekonomi yang ditanggung keluarga-keluarga Amerika. Para senator Demokrat menilai rakyat Amerika menjadi pihak yang paling menanggung dampak dari dugaan praktik korupsi tersebut.

Dalam pernyataannya, Schumer menegaskan, Trump tanpa diragukan adalah presiden paling korup dalam sejarah Amerika. Ia menegasjab bahwa Trump menggunakan jabatan tertinggi di negara itu bukan demi kepentingan Amerika Serikat, melainkan untuk memperkaya diri sendiri.

“Ia menggunakan jabatan tertinggi di negeri ini bukan untuk kepentingan Amerika, melainkan untuk mengisi rekening banknya sendiri. Ia telah mengkhianati rakyat Amerika dengan mengorbankan keluarga-keluarga pekerja,” kata Schumer.

Baca juga: Iran Pamer Citra Satelit, Bukti Serangan Presisi ke Pangkalan AS Terungkap

Schumer mengatakan tujuan laporan tersebut adalah menunjukkan kepada publik besarnya biaya yang harus ditanggung akibat dugaan praktik korupsi tersebut, sekaligus mendorong reformasi agar tidak ada presiden di masa depan yang dapat memanfaatkan jabatan publik untuk kepentingan pribadi.

Laporan itu juga menyebut bahwa sejak kembali ke Gedung Putih pada 2025, Trump secara pribadi memperoleh pendapatan sekitar US$2 miliar, sementara anggota keluarganya meraup lebih dari US$4 miliar melalui berbagai aktivitas bisnis yang terkait dengan posisi kepresidenan.

Salah satu sorotan utama laporan tersebut adalah proyek mata uang kripto milik keluarga Trump yang disebut memperoleh dukungan investasi dari Uni Emirat Arab (UEA). []

Baca juga: Serangan Iran Lumpuhkan ‘Mata dan Tangan’ Operasi Amerika Serikat