Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Trump: Selat Hormuz Ganti Nama Jadi Selat Trump

Published

on

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengklaim Washington menguasai Selat Hormuz dan mengusulkan perubahan nama jalur perairan strategis itu menjadi “Selat Trump”.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengklaim Washington menguasai Selat Hormuz dan mengusulkan perubahan nama jalur perairan strategis itu menjadi “Selat Trump”.

Media ABI, 3 September 2026 — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan klaim bahwa Washington telah menguasai Selat Hormuz. Dalam unggahan terbarunya di Truth Social, Trump bahkan mempertanyakan kemungkinan mengganti nama jalur perairan strategis tersebut menjadi “Selat Trump”.

“Sekarang setelah kita menguasai selat itu, haruskah kita mengubah nama Selat Hormuz menjadi ‘Selat Trump’?” tulis Trump dalam unggahannya, sebagaimana dilaporkan Fars News Agency pada Kamis, 3 September 2026.

Baca juga: Iran Publikasikan Rekaman Serangan ke Markas Armada Kelima AS di Bahrain

Pernyataan tersebut muncul ketika Amerika Serikat masih berupaya mengembalikan situasi Selat Hormuz seperti sebelum perang. Menurut narasi Fars, pada masa itu Iran masih memungkinkan lalu lintas bebas melalui jalur perairan tersebut.

Washington telah berbulan-bulan mengklaim menguasai Selat Hormuz. Namun, Fars melaporkan bahwa kapal dan kapal tanker masih berhati-hati melintasi koridor di bagian selatan selat yang berada di bawah perlindungan Amerika Serikat. Sejumlah kapal disebut memilih berkoordinasi dengan angkatan bersenjata Iran sebelum memasuki jalur perairan itu.

Angkatan bersenjata Iran sebelumnya telah memperingatkan bahwa pelayaran melalui Selat Hormuz tanpa koordinasi dengan Teheran akan mendapat respons serius. Menurut peringatan tersebut, setiap konsekuensi yang timbul menjadi tanggung jawab pemilik kapal.

Baca juga: Terjepit di Hormuz, Amerika Serikat Korbankan Sekutunya di Pasifik

Sebelum menulis unggahan mengenai perubahan nama Selat Hormuz, Trump dalam sebuah wawancara telepon juga mengklaim bahwa Amerika Serikat telah menyerang 28 kapal Iran pada malam sebelumnya dan kini menguasai selat tersebut.

Fars menilai klaim Washington itu tidak sejalan dengan perkembangan harga minyak yang terus meningkat. Menurut media tersebut, Amerika Serikat masih berupaya membangun persepsi bahwa Selat Hormuz tetap terbuka guna menahan kenaikan harga minyak lebih lanjut. []

Baca juga: Menteri Keuangan AS Berjanji Terus Tekan Ekonomi Iran