Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

57 Ribu Tanda Tangan Desak Penyelidikan Peran Inggris dalam Perang Gaza

Published

on

Demonstran berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar AS di London menentang pelarangan Palestine Action oleh pemerintah Inggris; sejumlah pendukung kelompok itu ditangkap polisi.
Demonstran berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar AS di London menentang pelarangan Palestine Action oleh pemerintah Inggris; sejumlah pendukung kelompok itu ditangkap polisi.

Media ABI, 1 November 2026 – Tekanan publik terhadap pemerintah Inggris untuk mengungkap peran negaranya dalam perang Israel di Jalur Gaza terus meningkat. Sebanyak 56.947 warga telah menandatangani petisi yang mendesak penyelidikan publik independen atas keterlibatan Inggris dalam perang tersebut.

Baca juga: Peringatan Ayatullah Mojtaba Tertuju kepada AS dan Israel

Kantor Berita IRNA, mengutip Pusat Informasi Palestina pada Sabtu malam (31/10/2026), melaporkan bahwa para penandatangan petisi menuntut penyelidikan atas penjualan, penyediaan, dan penggunaan senjata, pesawat pengintai, serta pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (Royal Air Force/RAF) yang berkaitan dengan perang di Gaza. Mereka menilai Inggris memainkan peran penting dalam mendukung operasi militer Israel.

Penyelidikan Independen untuk Mengungkap Peran Inggris

Selama lebih dari setahun, puluhan anggota parlemen Inggris, termasuk sejumlah politikus Partai Buruh, telah menyerukan penyelidikan tersebut. Namun, pemerintah belum menyetujui tuntutan itu.

Penyelidikan yang diusulkan harus independen dari pemerintah dan memiliki kewenangan untuk memeriksa para menteri serta pejabat yang terlibat dalam pengambilan keputusan terkait kemungkinan keterlibatan Inggris dalam perang Gaza.

Ruang lingkup penyelidikan mencakup pasokan senjata Inggris kepada Israel, penggunaan pangkalan RAF beserta alasan penggunaannya, serta informasi intelijen yang dikumpulkan melalui penerbangan pengintaian Inggris di atas Gaza. Penyelidikan juga dituntut mengungkap nasihat hukum pemerintah Inggris mengenai penilaian atas kemungkinan terjadinya genosida di Gaza.

Petisi tersebut diluncurkan Jennifer Forbes, aktivis serikat pekerja sekaligus anggota Partai Buruh. Petisi itu dijadwalkan ditutup pada 23 April, meski laporan sumber tidak menyebutkan tahun penutupannya.

Berdasarkan ketentuan parlemen Inggris, petisi yang memperoleh lebih dari 10.000 tanda tangan wajib mendapat tanggapan tertulis dari pemerintah. Sementara itu, petisi yang mencapai 100.000 tanda tangan dapat dipertimbangkan untuk dibahas di parlemen.

Penolakan Pemerintah Tuai Kritik Politik

Andy Burnham, sebelum pemerintahan Partai Buruh resmi mulai bekerja pada Juli lalu, pernah menyatakan bahwa sikap partainya dalam menangani perang Gaza merupakan sebuah kekeliruan. Ia menggambarkan penderitaan rakyat Palestina sebagai luka pada nurani dunia sekaligus sebuah aib.

Baca juga: 

Pekan lalu, pemerintah Inggris kembali menolak permintaan penyelidikan tersebut dengan alasan bahwa mekanisme pertanggungjawaban dan pengawasan parlemen yang telah tersedia cukup untuk menangani persoalan itu.

Penolakan tersebut menuai kritik dari Jeremy Corbyn, mantan pemimpin Partai Buruh yang kini menjadi anggota parlemen. Ia mempertanyakan sikap pemerintah yang dinilainya menghambat pengungkapan fakta.

“Jika pemerintah tidak menyembunyikan apa pun, mengapa mereka menghalangi upaya kami untuk mengungkap kebenaran?” kata Corbyn. Ia juga menyerukan lebih banyak warga untuk menandatangani petisi tersebut.

Forbes meminta para penandatangan menghubungi anggota parlemen di daerah pemilihan masing-masing dan mendesak mereka mendukung penyelidikan apabila petisi itu dibawa ke pembahasan parlemen.

Tuntutan pengawasan terhadap hubungan Inggris dengan Israel juga pernah mengemuka di parlemen. Pada Juni lalu, parlemen Inggris membahas pengaruh Israel terhadap politik Inggris setelah sebuah petisi terkait persoalan tersebut mengumpulkan lebih dari 118.000 tanda tangan.

Di luar parlemen, perdebatan mengenai sikap Inggris terhadap dukungan bagi Palestina juga berlangsung melalui aksi-aksi protes.

Dalam sebuah aksi di luar Kedutaan Besar Amerika Serikat di London, para demonstran membawa poster dan spanduk dalam unjuk rasa yang diselenggarakan kelompok Defend Our Juries. Aksi tersebut menentang pelarangan organisasi Palestine Action di Inggris. Polisi menangkap sejumlah pendukung Palestine Action yang memprotes penetapan organisasi itu sebagai organisasi teroris. []

Baca juga: The Guardian: Perang Iran, Kesalahan Trump yang Paling Misterius