Internasional
Peringatan Ayatullah Mojtaba Tertuju kepada AS dan Israel

Media ABI, 31 Oktober 2026 – Kepala Kantor Perlindungan Kepentingan Iran di Mesir, Mojtaba Ferdousipour, menegaskan bahwa Teheran tidak akan mundur dari tujuh syarat yang telah diajukannya. Ia menyebut pesan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei, terutama ditujukan kepada Amerika Serikat dan Israel, kemudian kepada negara-negara tetangga.
Baca juga: Araghchi: Iran Belum Berencana Bertemu AS, Siap Hadapi Perang Baru
Menurut laporan Kantor Berita Farsnews pada Sabtu (31/10/2026), Ferdousipour menegaskan bahwa pesan tersebut pertama-tama ditujukan kepada Washington dan Tel Aviv, sebelum negara-negara kawasan lainnya.
Pernyataan itu disampaikan menyusul pertemuan para komandan senior Angkatan Bersenjata Iran dengan Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei selaku Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata.
Dalam pertemuan tersebut, Pemimpin Revolusi Islam menekankan bahwa kesiapan tempur yang cerdas untuk menghadapi musuh dengan kekuatan penuh merupakan salah satu prasyarat utama bagi terwujudnya daya tangkal maksimal. Ia juga menetapkan bahwa setiap tingkat dan bentuk ancaman harus dihadapi dengan respons cepat dan efektif, tanpa batasan geografis.
Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa jika musuh kembali melancarkan serangan militer atau aksi terorisme, Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran bersama rakyat Iran akan menentukan waktu dan kondisi berakhirnya konflik.
Ia juga menekankan perlunya memperkuat arsitektur intelijen militer, memperdalam pertahanan mandiri dalam aspek doktrin dan taktik, serta mengembangkan kemampuan pertahanan dan keamanan mutakhir melalui pemanfaatan teknologi baru. Penguatan fondasi spiritual dan semangat jihad, lanjutnya, harus berjalan beriringan dengan upaya tanpa henti memenuhi kebutuhan penghidupan serta mendukung Angkatan Bersenjata.
Baca juga:
- Yaman Siap Berunding Langsung dengan Arab Saudi melalui Mediasi Mesir
- Ayatullah Mojtaba Perintahkan Respons Militer Iran Tanpa Batas Geografis
- The Guardian: Perang Iran, Kesalahan Trump yang Paling Misterius
Mengutip Ferdousipour, jaringan berita Al Mayadeen melaporkan bahwa tujuh syarat Iran mencakup penghentian seluruh perang di kawasan. Ia memperingatkan bahwa setiap kemungkinan perang pada masa mendatang akan menghadirkan kejutan-kejutan baru, seraya menegaskan bahwa Iran berada dalam tingkat kesiapan yang sangat tinggi.
Terkait komunikasi dengan Washington, Ferdousipour mengungkapkan bahwa pertukaran pesan antara Iran dan Amerika Serikat saat ini berlangsung melalui Qatar. Namun, ia menegaskan bahwa tidak ada perundingan langsung maupun tidak langsung antara kedua negara. Menurutnya, komunikasi yang berlangsung berupa konsultasi antara Iran dan Qatar.
Ferdousipour kembali menegaskan bahwa Teheran tidak akan menarik diri dari tujuh syarat yang telah diajukan sebelumnya. Ia juga menyatakan bahwa situasi yang sebenarnya tidak seperti yang dipropagandakan pihak Amerika Serikat.
Ia menutup keterangannya dengan menegaskan bahwa Republik Islam Iran sama sekali tidak memercayai Amerika Serikat karena, menurutnya, Washington berupaya memaksa Teheran menyerah. []
Baca juga: Dua Pesawat Militer Saudi Jadi Sasaran Serangan Rudal Yaman







