Internasional
Yaman Siap Berunding Langsung dengan Arab Saudi melalui Mediasi Mesir

Media ABI, 31 Oktober 2026 – Gerakan Ansarullah Yaman menyatakan kesiapannya mengikuti perundingan langsung dengan Arab Saudi melalui mediasi Mesir untuk mengakhiri konflik. Kairo diharapkan menjadi tuan rumah dialog guna menyelesaikan perselisihan dan membuka jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan.
Baca juga: Ayatullah Mojtaba Perintahkan Respons Militer Iran Tanpa Batas Geografis
Mengutip Kantor Berita Republik Islam Iran (IRNA), Sabtu (31/10/2025), yang merujuk pada Russia Today, anggota Biro Politik Ansarullah, Mohammed al-Bukhaiti, menyatakan kesiapan tersebut sekaligus menyambut upaya mediasi Mesir.
Dalam wawancara dengan situs berita Egypt Telegraph, Al-Bukhaiti mengatakan Ansarullah menyambut baik mediasi Mesir dan menginginkan Kairo menjadi tuan rumah perundingan langsung untuk mengakhiri konflik.
Ia juga menyambut inisiatif Al-Azhar. Menurutnya, setiap upaya tulus Mesir untuk mengakhiri perang, mengurangi penderitaan rakyat, serta membuka jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan dan menyeluruh merupakan langkah positif.
Baca juga:
- The Guardian: Perang Iran, Kesalahan Trump yang Paling Misterius
- Didesak Keluar dari BoP, Indonesia Tegaskan Alasan Pertahankan Keterlibatan
- Bareskrim Tetapkan 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Telusuri Jaringan Kepemilikan
Al-Bukhaiti menegaskan bahwa perdamaian dengan Arab Saudi merupakan pilihan strategis bagi Yaman. Ia juga menyambut keberlanjutan saluran komunikasi antara kedua pihak.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah ketegangan hubungan Yaman dan Arab Saudi. Dalam pemberitaan yang sama, disebutkan bahwa Mesir sebelumnya menyatakan kesiapan mengirim pasukan ke Arab Saudi.
IRNA juga melaporkan peningkatan serangan timbal balik antara Arab Saudi dan Angkatan Bersenjata Yaman dalam beberapa hari menjelang pemberitaan tersebut. Pada saat bersamaan, bentrokan antara Angkatan Bersenjata Yaman dan pasukan yang berafiliasi dengan Arab Saudi masih berlangsung di sejumlah front di wilayah Yaman, terutama di Taiz. []
Baca juga: Rusia: NATO Tingkatkan Aktivitas Militer di Kawasan Baltik







