Internasional
Inggris Siaga Hadapi Potensi Konflik dengan Rusia

Media ABI, 26 Oktober 2026 – Sejumlah pejabat Eropa dalam beberapa bulan terakhir berulang kali memperingatkan potensi konflik dengan Rusia pada tahun-tahun mendatang. Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting juga menegaskan bahwa negaranya harus mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan perang.
Dalam laporan berjudul “Britain must be ready for war in 1,000 days, Wes Streeting warns” yang dipublikasikan pada Sabtu, 24 Oktober 2026, Holly Bancroft, Koresponden Urusan Dalam Negeri (Home Affairs Correspondent) The Independent, melaporkan bahwa Streeting memperingatkan Inggris harus siap menghadapi perang dalam waktu sekitar 1.000 hari. Peringatan itu disampaikan di tengah kampanye pemerintah yang mengimbau masyarakat menyiapkan persediaan kebutuhan pokok untuk menghadapi keadaan darurat.
Baca juga: IRGC Peringatkan: Perang Apokaliptik Dapat Menentukan Nasib Kawasan
Dalam wawancara dengan The Telegraph, Streeting menekankan bahwa kesiapan pertahanan menjadi prioritas utamanya.
“Prioritas utama saya yang paling menentukan adalah memastikan bahwa negara ini siap berperang dan memenangkan perang. Untuk mencegah kemungkinan terburuk, kita harus mempersiapkan diri menghadapinya. Langkah pertama adalah memperluas kemampuan kita agar musuh berpikir ulang sebelum menyerang. Jika upaya ini tidak berhasil, kita harus memastikan bahwa Inggris siap menghadapi perang,” ujarnya.
Streeting juga menegaskan bahwa Inggris harus bersiap menghadapi perang dan meraih kemenangan bersama sekutu-sekutunya. Ia memperingatkan bahwa pada awal dekade 2030-an, Inggris berpotensi menghadapi pihak-pihak yang memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan terhadap negaranya.
“Keinginan musuh-musuh kita untuk mencelakai kita bukanlah hal baru. Yang berubah adalah kapasitas mereka. Pada 2030, kekuatan dan ekonomi perang mereka dapat menempatkan mereka pada posisi yang memungkinkan untuk menyerang. Artinya, kita memiliki waktu sedikit lebih dari 1.000 hari untuk menuntaskan misi kita: bersiap, bersama sekutu-sekutu kita, untuk berperang dan meraih kemenangan,” katanya.
Baca juga: Politico: Negara-Negara Berupaya Kurangi Ketergantungan pada AS
Menurut laporan The Independent, Streeting juga menyinggung potensi agresi Rusia dan menyerukan penguatan kemampuan pertahanan Inggris untuk mencegah serangan. Ia menyebut ancaman terorisme yang disponsori negara sebagai salah satu risiko yang harus diantisipasi.
Moskow menolak peringatan mengenai kemungkinan konflik tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk Russophobia, yakni sentimen anti-Rusia.
Peringatan Streeting muncul di tengah upaya pemerintah Inggris memperkuat ketahanan nasional dalam menghadapi kemungkinan gangguan layanan penting, termasuk akibat serangan siber, cuaca ekstrem, maupun keadaan darurat lainnya.
Sebelumnya, pemerintah Inggris mengimbau warga untuk menyiapkan persediaan air minum dan makanan yang cukup untuk setidaknya 72 jam. Masyarakat juga disarankan menyimpan kebutuhan darurat lainnya, seperti selimut, uang tunai, perlengkapan pertolongan pertama, senter beserta baterai, dan radio FM bertenaga engkol.
Imbauan tersebut merupakan bagian dari kampanye kesiapsiagaan Be Ready, yang bertujuan membantu rumah tangga menghadapi kemungkinan terputusnya layanan penting dalam situasi darurat. []

