Internasional
Saudi Minta Inggris Intervensi Militer di Yaman

Media ABI, 15 September 2026 – Arab Saudi meminta Inggris memberikan dukungan diplomatik dan militer untuk menghadapi pasukan Yaman. Permintaan tersebut diajukan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak permintaan Riyadh untuk membantu melakukan serangan ke Yaman.
Baca juga: CBS Publikasikan Wawancara Pilot AS Enam Bulan Setelah Jatuh di Iran
Bloomberg melaporkan pada Senin malam, 14 September 2026, bahwa permintaan Saudi telah disampaikan kepada pemerintah Inggris. Laporan itu mengutip sejumlah sumber yang mengetahui persoalan tersebut. Fars News Agency kemudian memberitakannya pada Selasa, 15 September 2026.
Menurut sumber Bloomberg, Riyadh meminta London melakukan serangan terhadap pasukan Yaman. Perdana Menteri Inggris Andy Burnham belum mengambil keputusan akhir mengenai permintaan tersebut.
“Perdana Menteri menerima permintaan dari Arab Saudi untuk dukungan diplomatik dan militer. Saudi menginginkan dukungan militer segera untuk menghadapi serangan pasukan yang didukung Iran serta bantuan untuk mempertahankan diri dari serangan terhadap infrastruktur minyak mereka,” kata sumber yang dikutip Bloomberg.
Salah satu pertimbangan yang disampaikan kepada Burnham berkaitan dengan Selat Bab al-Mandab. Para penasihat perdana menteri Inggris memperingatkan bahwa apabila kelompok Houthi menguasai selat tersebut, dampaknya terhadap pelayaran internasional dapat sangat serius dan berpotensi memberikan tekanan baru terhadap perekonomian global.
Baca juga: Komandan CENTCOM Bertemu MBS Saat Riyadh Minta AS Serang Yaman
Untuk saat ini, menurut Bloomberg, Burnham baru menyetujui pengiriman penasihat militer Inggris ke Arab Saudi. Belum ada keputusan mengenai keterlibatan langsung militer Inggris dalam serangan terhadap pasukan Yaman.
Permintaan Riyadh kepada London datang setelah upaya memperoleh dukungan dari Washington menemui jalan buntu. Pejabat Amerika Serikat sebelumnya mengatakan Mohammed bin Salman dua kali meminta bantuan Trump untuk menyerang Yaman pada Kamis. Kedua permintaan tersebut ditolak oleh presiden Amerika Serikat itu.
Dengan penolakan Washington tersebut, Riyadh kini mencari dukungan dari London untuk menghadapi pasukan Yaman dan melindungi infrastruktur minyaknya. []
Baca juga: Pakar Militer AS: Perang Iran Meruntuhkan Ilusi Amerika Tak Terkalahkan







