Kegiatan ABI
DPP ABI Gelar Webinar Literasi Digital Hadapi Gelombang Hoaks Era Post-Truth

Jakarta, 28 Mei 2026 — Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Dewan Pimpinan Pusat Ahlulbait Indonesia (DPP ABI) menggelar webinar bertajuk “Hoax atau Fakta? Literasi Media di Era Post-Truth” guna memperkuat kemampuan masyarakat menghadapi gelombang disinformasi dan manipulasi opini di ruang digital.
Kegiatan yang menjadi bagian dari Seri Training Kompetensi Digital itu akan berlangsung pada Jumat, 29 Mei 2026 pukul 19.00 WIB melalui platform Zoom dan terbuka gratis untuk umum.
Baca juga: DPP ABI Gelar Pelatihan Keamanan Data dan Ancaman Siber
DPP ABI menghadirkan Ustadz Ammar Fauzi MA sebagai pembicara utama. Ustadz Ammar Fauzi merupakan Direktur Indonesia Berfilsafat sekaligus Ketua Program Magister Filsafat Islam STAI Sadra.
Webinar tersebut digelar di tengah meningkatnya penyebaran hoaks, propaganda digital, dan framing media yang dinilai semakin memengaruhi cara masyarakat memahami realitas sosial dan politik. Arus informasi yang bergerak cepat di media digital juga membuat publik kerap kesulitan membedakan fakta dan narasi manipulatif.
Wakil Ketua Departemen PSDM DPP ABI, Muchammad Isa, mengatakan pelatihan itu dirancang untuk membangun kemampuan berpikir kritis masyarakat dalam menghadapi banjir informasi di media sosial maupun platform digital lainnya.
“Dalam pelatihan itu, peserta akan mempelajari teknik mengenali hoaks dan manipulasi media, memahami pola propaganda serta bias informasi, hingga mengembangkan kemampuan berpikir kritis di tengah arus informasi yang padat dan serba cepat,” kata Muchammad Isa.
Baca juga: DPP ABI Gelar Pelatihan Komunikasi Efektif dan Negosiasi: Perkuat Tradisi Dialog Sehat
Menurut Muchammad Isa, literasi media telah menjadi kebutuhan mendasar masyarakat digital. Kemampuan menggunakan media sosial, kata dia, tidak lagi cukup tanpa disertai kecakapan memverifikasi informasi, membaca konteks, dan memahami kepentingan di balik produksi sebuah narasi.
Webinar tersebut menyasar berbagai kalangan, mulai dari aktivis, mahasiswa, guru, pendidik, konten kreator, hingga masyarakat umum yang aktif menggunakan media sosial dalam aktivitas sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, DPP ABI berharap lahir kesadaran publik yang lebih kuat dalam menghadapi disinformasi digital sekaligus mendorong terbentuknya budaya bermedia yang kritis, rasional, dan bertanggung jawab. []
Baca juga: DPP ABI Petakan Peluang Koperasi Komunitas dalam Audiensi dengan Kementerian Koperasi







