Info ABI
Ketua Dewan Penasehat ABI: Dakwah Institusional Menjadi Fondasi Membangun Peradaban

Jakarta, 1 Juli 2026 — Ketua Dewan Penasehat Ahlulbait Indonesia (ABI), Ustadz Otong Sulaeman, mengapresiasi kinerja Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ABI yang dinilainya telah berjalan sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026. Meski baru memasuki Semester I, berbagai program yang telah dijalankan menunjukkan capaian yang positif dan sesuai dengan arah organisasi.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Pleno Semester I DPP ABI yang digelar secara hybrid pada Selasa (30/6/2026).
Baca juga: Ketua Dewan Syura ABI: Regenerasi Berkualitas Menjadi Kunci Masa Depan Organisasi
Dalam sambutannya, Ustadz Otong menceritakan pengalamannya menghadiri seminar internasional bertema perdamaian dunia dan peradaban manusia yang diselenggarakan forum perguruan tinggi Islam internasional dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta.

Dalam Rapat Pleno DPP ABI, Ustadz Otong menekankan bahwa dakwah yang efektif harus berujung pada pembinaan, menjawab kebutuhan masyarakat, dan melahirkan regenerasi. (Dok. ABI)
Menurutnya, salah satu hal yang menarik perhatian dalam seminar tersebut adalah paparan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, yang selama hampir sepuluh menit membahas Iran sebagai contoh pembangunan peradaban Islam yang bertumpu pada keimanan dan ilmu pengetahuan. Uraian tersebut mendapat sambutan yang hangat dari para peserta seminar.
Mengaitkan pengalaman itu dengan agenda organisasi, Ustadz Otong menilai peluncuran Lembaga Ahwal Syakhsiah dan Pusat Layanan Informasi Syiah (PLIS) merupakan bagian dari upaya membangun peradaban melalui pemberian pencerahan dan informasi yang dibutuhkan masyarakat.
Lebih lanjut, Ustadz Otong mengutip pandangan Ketua Umum DPP ABI, Ustadz Zahir Yahya, yang membagi dakwah ke dalam dua pendekatan, yakni dakwah personal dan dakwah institusional. Menurutnya, dakwah institusional memiliki efektivitas yang lebih besar karena dijalankan secara sistematis, terukur, melibatkan banyak unsur organisasi, dan menjangkau berbagai bidang kehidupan.
Baca juga: DPP ABI Gelar Rapat Pleno Nasional, Dewan Syura Luncurkan Dua Lembaga Strategis
“Bimbingan kepada internal dan dakwah kepada masyarakat merupakan dua hal yang saling berkaitan. Ketika salah satunya berjalan dengan baik, dampaknya akan dirasakan pada sisi yang lain,” ujarnya.
Ustadz Otong menegaskan bahwa tujuan akhir dakwah adalah pembinaan. Karena itu, materi pembinaan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat agar mudah diterima, terutama oleh generasi muda.
Menurutnya, dakwah bil hal melalui keteladanan dan karya nyata merupakan bentuk dakwah yang paling efektif. Pengalaman Republik Islam Iran, lanjutnya, menunjukkan bahwa pembinaan yang berkesinambungan mampu melahirkan masyarakat yang mandiri, memiliki daya tahan menghadapi berbagai tantangan, serta mampu mempertahankan nilai-nilai yang diyakininya.
“Dunia menyaksikan keberanian Iran menghadapi arogansi Amerika Serikat dan Israel. Keberhasilan itu menunjukkan pentingnya ideologi yang kuat, pengelolaan negara yang baik, serta pembinaan masyarakat yang dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.
Menutup sambutannya, Ustadz Otong mengingatkan bahwa Dewan Penasehat hingga kini belum menerima program kerja Dewan Syura secara menyeluruh. Karena itu, penyampaian program tersebut dinilai penting agar Dewan Penasehat dapat menjalankan fungsi dan memberikan kontribusi sesuai amanat organisasi. []
Baca juga: Dari Karbala untuk Indonesia: Ustadz Zahir Yahya Tegaskan Asyura sebagai Landasan Martabat Bangsa







