Kegiatan ABI
PTD ABI Jepara Diharapkan Melahirkan Kader Visioner, Kompeten, dan Berintegritas

Jepara, 31 Mei 2026 — Ketua Pimpinan Cabang (Pimcab) Muslimah Ahlulbait Indonesia (ABI) Jepara berharap Pendidikan Tingkat Dasar (PTD) yang digelar di Jepara, Jawa Tengah, mampu melahirkan kader yang tangguh, adaptif, dan berintegritas di tengah tantangan perubahan sosial serta kebutuhan regenerasi organisasi.
Baca juga: ABI Jepara Perkuat Persatuan Umat melalui Halal Bihalal dan Jejaring Ulama
Kegiatan yang diselenggarakan Pimcab Muslimah ABI Jepara bekerja sama dengan DPD ABI Jepara, Pimwil Muslimah ABI Jawa Tengah, dan Pimcab Pandu ABI Jepara itu berlangsung di TPQ Al Husaini Candi, Bangsri, Jepara, pada Minggu–Senin, 31 Mei–1 Juni 2026.
PTD yang mengusung tema “Membentuk Kader ABI Berintegritas Tinggi di Masa Penantian Al-Mahdi” tersebut merupakan program Departemen Kaderisasi Dewan Pimpinan Pusat Ahlulbait Indonesia (DPP ABI).
Kegiatan itu dihadiri jajaran pimpinan ABI dari tingkat pusat hingga daerah. Hadir dalam acara tersebut Dewan Syura ABI Ustadz Miqdad Turkan, Ketua Departemen Kaderisasi DPP ABI Ustadz Muhammad Jawad, Wakil Ketua Departemen Kaderisasi Sayyid Muhammad Abbas Al-Hasni, Ketua Humas, Media, dan Penerangan DPP ABI Muhlisin Turkan, serta jajaran DPW ABI Jawa Tengah, DPD ABI Jepara, Muslimah ABI, dan Pandu ABI.
Sejumlah narasumber turut memberikan pembekalan kepada peserta, di antaranya Ustadz Arif Ambari, Ustadz Muhammad Syueib, dan Ustadz Najib Al-Edrus.
Baca juga: DPD ABI Jepara Hadiri Forum DPRD, Bahas Penguatan Komunikasi Pesantren dan Aparat
Ketua Pimcab Muslimah ABI Jepara, Novita Tri Andari, saat membuka kegiatan PTD mengatakan pelatihan tersebut diharapkan mampu melahirkan kader yang memiliki tiga karakter utama, yakni visioner, kompeten, siap mengabdi, dan berintegritas.
Menurut Novita, kader ABI harus mampu menjawab tantangan zaman, memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai sarana dakwah dan pelayanan sosial, serta siap diterjunkan kapan pun sesuai kebutuhan umat dan organisasi.
Ia menegaskan bahwa penantian terhadap Imam Mahdi tidak cukup diwujudkan melalui harapan dan doa, tetapi juga melalui kesiapan ilmu, kemampuan, dan keberanian menghadapi perubahan zaman.
Novita juga menyoroti pentingnya integritas dalam proses pembinaan kader. Menurutnya, kemampuan tanpa integritas hanya akan melahirkan krisis kepercayaan. Karena itu, kader dituntut menjaga keselarasan antara ucapan dan tindakan, sekaligus antara idealisme dan tanggung jawab moral.
“Integritas adalah bekal utama untuk menjaga istiqamah perjuangan di tengah godaan pragmatisme zaman,” ujarnya.
Ketua DPD ABI Jepara Abdul Nasir menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Sebagai tuan rumah, panitia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat keterbatasan dalam pelayanan dan fasilitas selama pelaksanaan kegiatan.
Meski demikian, Abdul Nasir berharap seluruh peserta tetap mengikuti proses pembinaan hingga tuntas dan mampu menjadi kader terbaik bagi organisasi maupun masyarakat.
“Semoga seluruh peserta menjadi kader terbaik bagi Kabupaten Jepara dan bagi ABI,” katanya.
Baca juga: ABI Jepara Sapa Tokoh Nasrani, Teguhkan Silaturahmi dan Toleransi Antarumat
Dalam sesi mukadimah pembekalan, Dewan Syura ABI Ustadz Miqdad Turkan menegaskan bahwa kaderisasi bukan semata proses memahami teori organisasi, melainkan upaya membentuk sumber daya manusia yang siap berkhidmat bagi umat.
Ia mengutip pesan Imam Ali as tentang pentingnya ketakwaan kepada Allah dan kemampuan mengatur kehidupan secara sistematis. Menurutnya, ketakwaan menjadi fondasi moral, sedangkan kemampuan mengelola urusan secara terencana merupakan syarat penting dalam perjuangan organisasi.
“Kader tidak cukup hanya memahami teori. Mereka harus mampu bekerja, menjalankan rencana, dan menghadapi tantangan nyata,” tegas Miqdad.
Menurut Ustadz Miqdad, kader ABI juga dituntut memiliki loyalitas terhadap organisasi, daya tahan dalam menghadapi kesulitan, serta kemampuan membaur dengan masyarakat. Kader, kata dia, harus hadir sebagai bagian dari lingkungan sosial dan mampu membangun hubungan yang hidup dengan umat.
Baca juga: ABI Jepara dan Maiyahan “Sambatan Roso” Tegaskan Pentingnya Ruang Lintas Agama di Jepara
Ia menambahkan bahwa proses kaderisasi harus melahirkan pribadi yang tangguh, tidak mudah menyerah, dan terus meningkatkan kualitas diri melalui jenjang pembinaan lanjutan.
“Kalian adalah aset Imam Mahdi. Karena itu, jadilah kader yang memberi manfaat bagi umat dan bangsa Indonesia,” ujarnya di hadapan peserta PTD.
Melalui PTD tersebut, ABI berharap proses regenerasi organisasi tetap terjaga dengan mempertemukan pengalaman generasi senior dan energi pembaruan generasi muda di tengah perubahan zaman yang terus bergerak cepat. []
Baca juga: DPD ABI Jepara Hadiri Forum DPRD, Bahas Penguatan Komunikasi Pesantren dan Aparat









