Kegiatan ABI
Merawat Persatuan di Tengah Keberagaman, ABI Kota Pasuruan Hadiri Sarasehan MUI

Pasuruan, 5 Juli 2026 – Penguatan persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman menjadi pesan utama dalam Sarasehan Kebangsaan bertema “Menuju Indonesia Berkeadilan dan Harmonis” yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pasuruan di Hotel Daroessalam, Sabtu (4/7). Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur masyarakat, termasuk Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ahlulbait Indonesia (ABI) Kota Pasuruan, Ahmad Assegaf.
Sarasehan mempertemukan unsur Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Pemerintah Kota Pasuruan, Kementerian Agama (Kemenag), perwakilan berbagai agama, organisasi kemasyarakatan, serta tokoh masyarakat untuk memperkuat komitmen menjaga persatuan di tengah kemajemukan.
Ketua Umum MUI Kota Pasuruan, Dr. KH. Abdullah Shodiq, M.Pd.I., mengatakan perbedaan suku, budaya, maupun keyakinan bukan alasan untuk terpecah, melainkan menjadi dasar untuk saling mengenal dan menghargai.
“Manusia diciptakan berbeda, tetapi dapat bersatu karena saling menghargai, saling bersatu, dan saling berbuat baik. Itulah perekat persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.
Ia juga mengutip Surah Al-Hujurat ayat 13 yang menegaskan bahwa keberagaman merupakan kehendak Tuhan agar manusia saling mengenal. Menurutnya, semangat tersebut menjadi landasan dalam membangun kehidupan yang harmonis, termasuk melalui peran Komisi Ukhuwah Islamiyah dan Kerukunan Umat Beragama MUI.
Kepala Kemenag Kota Pasuruan, Dr. H. Rasyidi, S.Ag., M.Si., menambahkan bahwa persatuan bangsa harus terus dijaga dengan berpegang pada empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Di tengah kemajemukan Indonesia, keempat pilar ini menjadi landasan yang kokoh untuk menjaga persatuan seluruh elemen bangsa,” katanya.
Senada dengan itu, Ketua FKUB Kota Pasuruan, Dr. H. Ma’mur Salim, M.Si., mendorong lahirnya simbol nyata kerukunan antarumat beragama. Ia berharap Pemerintah Kota Pasuruan dapat menyediakan kawasan yang memungkinkan rumah ibadah berbagai agama berdiri berdampingan.
“Kehadiran rumah-rumah ibadah dalam satu kawasan akan menjadi bukti bahwa perbedaan adalah kekuatan yang memperkaya kehidupan berbangsa,” ujarnya.
Dialog yang berlangsung setelah pemaparan materi diwarnai berbagai pandangan peserta mengenai upaya memperkuat keadilan sosial dan kerukunan di Kota Pasuruan. Dalam kesempatan itu, Kepala Kemenag Kota Pasuruan juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran DPD ABI Kota Pasuruan sebagai bagian dari elemen masyarakat yang berkomitmen menjaga persatuan.
Baca juga: Litbang DPP ABI Kembangkan Repositori Ilmiah untuk Perkuat Ekosistem Riset Ahlul Bait Indonesia
Ketua DPD ABI Kota Pasuruan, Ahmad Assegaf, berharap sarasehan serupa dapat terus diselenggarakan dengan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan.
“Melalui komunikasi yang erat dan saling pengertian antaragama serta tokoh masyarakat, kita dapat membangun Kota Pasuruan yang lebih adil, harmonis, dan menjadi contoh dalam menjaga persatuan bangsa,” katanya.
Sarasehan Kebangsaan tersebut menjadi ruang dialog lintas agama dan lintas elemen masyarakat untuk memperkuat komitmen bersama menjaga persatuan, kerukunan, dan keharmonisan di Kota Pasuruan. [HMP Kota Pasuruan]
Baca juga: DPD ABI Samarinda Silaturahmi ke MUI, Perkuat Komunikasi dan Persatuan Umat







