Info ABI
Ketua Dewan Syura ABI: Regenerasi Berkualitas Menjadi Kunci Masa Depan Organisasi

Jakarta, 1 Juli 2026 — Ketua Dewan Syura Ahlulbait Indonesia (DS ABI), Ustadz Husein Shahab, menegaskan bahwa regenerasi yang berkualitas merupakan kunci keberlanjutan organisasi. Menurutnya, masa depan ABI tidak hanya ditentukan oleh kuatnya kelembagaan, tetapi juga oleh kemampuannya melahirkan generasi penerus yang memiliki kualitas perjuangan, keilmuan, dan pengabdian yang terus terjaga.
Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan dalam Rapat Pleno Semester I Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ABI yang digelar secara hybrid pada Selasa (30/6/2026). Rapat diikuti jajaran Dewan Syura, Dewan Penasehat, Dewan Pakar, DPP ABI, perwakilan DPW ABI DKI Jakarta, serta pimpinan lembaga otonom secara luring. Sementara itu, seluruh DPW, DPD, dan jajaran lembaga otonom di berbagai daerah mengikuti pleno secara daring.
Pada pembukaan pleno, Dewan Syura meluncurkan Lembaga Ahwal Syakhsiah serta melakukan soft launching Pusat Layanan Informasi Syiah (PLIS) sebagai dua lembaga strategis yang diharapkan memperkuat pelayanan kepada komunitas sekaligus menyediakan informasi yang akurat mengenai Syiah bagi masyarakat.

Baca juga: DPP ABI Gelar Rapat Pleno Nasional, Dewan Syura Luncurkan Dua Lembaga Strategis
Ustadz Husein menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kedua lembaga tersebut. Menurutnya, Lembaga Ahwal Syakhsiah dan PLIS merupakan langkah strategis Dewan Syura untuk menjawab kebutuhan komunitas sekaligus meningkatnya kebutuhan masyarakat akan informasi yang benar mengenai Syiah.
“Ini adalah dua lembaga yang sangat penting, baik untuk menjawab kebutuhan internal komunitas maupun mengantisipasi meningkatnya keingintahuan masyarakat terhadap Syiah.”
Selain menyoroti penguatan kelembagaan, Ustadz Husein juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Mengutip data demografi nasional, sekitar 69 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif. Potensi demografi tersebut, menurutnya, hanya akan menjadi kekuatan apabila diikuti peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Meski hasil survei internal ABI menunjukkan perkembangan yang positif, Ustadz Husein mengingatkan agar organisasi tidak cepat berpuas diri.
“Kita ingin ikut membangun masyarakat. Membangun komunitas ABI bukan hanya kebutuhan organisasi, tetapi merupakan kewajiban kita.”
Lebih jauh, hasil survei tersebut menunjukkan bahwa hubungan pertemanan menjadi salah satu jalur paling efektif dalam memperkenalkan nilai dan pemikiran kepada masyarakat. Temuan itu, menurutnya, menjadi dasar penting bagi penguatan kaderisasi melalui dakwah berbasis relasi sosial. Dalam konteks tersebut, Ustadz Husein mengutip pesan Imam Ja’far ash-Shadiq a.s. tentang pentingnya membimbing generasi muda sebelum dipengaruhi berbagai pemikiran lain.
Baginya, dakwah bil hal melalui keteladanan, pelayanan, dan aksi nyata merupakan pendekatan paling efektif dalam membentuk generasi yang berkualitas. Dewan Syura, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program strategis DPP ABI, terutama dalam bidang kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan.
Baca juga: ABI Jakarta Utara dan Dana Mustadhafin Menyapa 98 Warga Cilincing dengan Cek Kesehatan
Proses regenerasi di lingkungan Ahlul Bait, menurut Ustadz Husein, telah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Sejumlah kader muda kini menempuh pendidikan di berbagai pusat studi Islam, seperti Qom dan Najaf, sehingga menjadi modal penting bagi kesinambungan organisasi pada masa mendatang.
Sebagai ilustrasi, Ustadz Husein mencontohkan keberhasilan Republik Islam Iran membangun sistem regenerasi yang mampu menjaga kesinambungan kualitas kepemimpinan antargenerasi. Pengalaman tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa kekuatan sebuah organisasi tidak bertumpu pada satu tokoh, melainkan pada keberhasilannya menyiapkan penerus yang memiliki kapasitas setara, bahkan lebih baik daripada generasi sebelumnya.
“Regenerasi bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi memastikan kualitas perjuangan, ilmu, dan pengabdian terus terjaga. Itulah pekerjaan besar yang harus kita siapkan sejak sekarang.”
Peluncuran Lembaga Ahwal Syakhsiah dan Pusat Layanan Informasi Syiah (PLIS) menjadi penanda bahwa penguatan kelembagaan di lingkungan ABI berjalan seiring dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia dan regenerasi kepemimpinan. Bagi Dewan Syura, keberlanjutan organisasi tidak hanya ditentukan oleh kokohnya institusi, tetapi juga oleh lahirnya generasi penerus yang mampu menjaga nilai, melanjutkan perjuangan, serta menjawab tantangan zaman. []







