Nasional
Ali Akbar’s Day Jepara 2026: Membentuk Pemuda yang Berani Membela Kebenaran

Jepara, 22 Juni 2026 — Puluhan pemuda dan pemudi berkumpul di Mushala Al-Husaini, Banjaran, Bangsri, Ahad (21/6/2026), untuk mengikuti Ali Akbar’s Day (AAD) Jepara 2026. Mengusung tema “Ali Akbar dan Generasi Perubahan”, kegiatan ini mengajak generasi muda meneladani keberanian Sayyidina Ali Akbar as dalam membela kebenaran, melawan kezaliman, dan berpihak kepada mereka yang tertindas.
Semangat tersebut mewarnai seluruh rangkaian acara dan mencapai puncaknya pada sesi deklarasi bersama, ketika para pemuda Jepara menyatakan dukungan kepada Palestina, Lebanon, dan setiap bangsa yang mengalami penindasan. Dari kegiatan ini mengemuka satu pesan penting bahwa masa muda bukan hanya fase pertumbuhan, melainkan masa untuk membangun kesadaran, menumbuhkan tanggung jawab, dan mempersiapkan diri mengambil peran bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.
Baca juga: Anak-anak Perempuan, Nikmat Tuhan yang Tidak Dihargai Kaum Jahiliah
AAD Jepara 2026 terselenggara melalui kolaborasi Pandu ABI Jepara, Zainabiyah, dan komunitas pemuda dari berbagai daerah. Sebanyak 31 pemuda dan pemudi yang terdiri atas 15 laki-laki dan 16 perempuan hadir mengikuti seluruh rangkaian acara. Kehadiran mereka menjadikan kegiatan ini tidak hanya sebagai ruang silaturahmi, tetapi juga wadah penguatan nilai-nilai perjuangan Ahlulbait dan pembentukan kesadaran generasi muda.
Berbeda dari penyelenggaraan dua tahun sebelumnya, acara dibuka dengan pembacaan monolog yang menggugah suasana batin para hadirin. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan sambutan panitia.
Koordinator Daerah AAD Jepara 2026, Mufti Ali Chaidar, menegaskan pentingnya peran pemuda sebagai agen perubahan dalam generasi Ahlul Bait.
“Kami berharap dari kegiatan ini lahir pemuda-pemudi yang semakin mengenal ideologinya, berani menyuarakan kebenaran, serta siap menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat,” ujarnya.
Salah satu hal yang menjadi pembeda pada AAD tahun ini adalah tidak adanya sesi ceramah konvensional. Sebagai gantinya, panitia menghadirkan talkshow dan diskusi interaktif yang dipandu Sayyid Muhammad Habsyi dengan menghadirkan Anton Mirdawua sebagai narasumber.
Diskusi berlangsung hangat dan partisipatif. Berbagai pertanyaan dan pandangan muncul dari para pemuda yang hadir. Dari sesi ini mengemuka satu pesan utama bahwa menjadi Ali Akbar masa kini berarti menjadikan masa muda sebagai sarana membela kebenaran, melawan kezaliman, dan berpihak kepada mereka yang tertindas.
Baca juga: Foto Pemakaman 168 Pelajar Minab Korban Serangan AS Raih Penghargaan Foto Jurnalistik Terbaik Dunia
Nuansa spiritual tetap menjadi bagian penting dalam kegiatan melalui pembacaan ma’tam dan ziarah. Menjelang penutupan acara, seluruh pemuda dan pemudi berkumpul di halaman mushala untuk mengikuti aksi simbolis dan deklarasi bersama.
Kegiatan diawali dengan penempelan cap tangan menggunakan empat warna cat sebagai simbol komitmen pribadi untuk melawan zionisme dan segala bentuk penindasan. Puncaknya, deklarasi dipimpin langsung oleh Mufti Ali Chaidar dan diikuti seluruh pemuda dan pemudi yang hadir.
“Kami bersama Palestina.”
“Kami bersama Lebanon.”
“Kami bersama setiap bangsa yang tertindas.”
“Dan kami akan tetap berdiri pada poros perlawanan terhadap penjajahan, kezaliman, dan hegemoni dalam bentuk apa pun.”
Melalui Ali Akbar’s Day 2026, para pemuda Jepara tidak hanya mengenang keteladanan Sayyidina Ali Akbar as, tetapi juga menegaskan komitmen untuk menjadi generasi yang berani membela kebenaran, menjaga nilai-nilai kemanusiaan, dan menghadirkan perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat. []
Baca juga: ABI Soroti Keragaman Pengalaman Komunitas Minoritas dalam Diskusi Buku SETARA Institute







