Ikuti Kami Di Medsos

Nasional

Menapaki Jejak Arbain, Darmaaji Tempuh 38 Kilometer Berjalan Kaki dari Kudus ke Jepara

Published

on

Darmaaji Lumintang membawa tongkat, bendera al-Husain dan ransel saat menyelesaikan perjalanan kaki sekitar 38 kilometer dari Kudus menuju Gedung Haji Jepara untuk mengikuti peringatan Arbain Imam Husain a.s., Selasa (4/8/2026).
Darmaaji Lumintang membawa tongkat, bendera al-Husain dan ransel saat menyelesaikan perjalanan kaki sekitar 38 kilometer dari Kudus menuju Gedung Haji Jepara untuk mengikuti peringatan Arbain Imam Husain a.s., Selasa (4/8/2026).

Ahlulbait Indonesia, Jepara, 6 Agustus 2026 – Terik matahari menyambut ribuan jemaah yang menghadiri peringatan Arbain Imam Husain a.s. di Gedung Haji Jepara, Selasa (4/8/2026). Di antara mereka, tampak seorang pria memanggul tas ransel, menggenggam tongkat kayu, dan baru saja menuntaskan perjalanan sejauh sekitar 38 kilometer dengan berjalan kaki dari Kudus.

Pria itu adalah Darmaaji Lumintang (50), yang akrab disapa Mas Dar. Baginya, perjalanan tersebut bukan hanya menempuh jarak, melainkan cara untuk menghayati makna Arbain dan merasakan, meski hanya sedikit, perjalanan para peziarah menuju Imam Husain a.s. di Karbala.

“Saya ingin menjiwai perjalanan menuju peringatan Imam Husain. Ingin merasakan perjalanan yang sama saat berziarah ke Imam Husain di Karbala,” ujarnya kepada Media ABI dalam wawancara di sela-sela peringatan Arbain.

Darmaaji Lumintang membawa tongkat, bendera al-Husain dan ransel saat menyelesaikan perjalanan kaki sekitar 38 kilometer dari Kudus menuju Gedung Haji Jepara untuk mengikuti peringatan Arbain Imam Husain a.s., Selasa (4/8/2026).

Darmaaji Lumintang membawa tongkat, bendera al-Husain dan ransel saat menyelesaikan perjalanan kaki sekitar 38 kilometer dari Kudus menuju Gedung Haji Jepara untuk mengikuti peringatan Arbain Imam Husain a.s., Selasa (4/8/2026).

Baca juga: Peringatan Iran kepada Negara Arab Membuat AS Khawatir

Mas Dar berangkat dari Kudus sekitar pukul 16.00 WIB. Menjelang pukul 23.00 WIB, dia tiba di Masjid Wali Songo, Pecangaan, Jepara, untuk beristirahat. Setelah salat Subuh, dia kembali melanjutkan perjalanan hingga mencapai Gedung Haji.

Selama perjalanan, dia mengaku tidak pernah memikirkan apa yang akan dihadapi di depan. Semua ia serahkan kepada Imam Husain a.s.

Ini bukan pengalaman pertamanya. Sejak 2022, Mas Dar selalu menjalani long march Arbain dari Kudus ke Jepara tanpa pernah terputus.

Ketika ditanya sampai kapan akan terus melakukannya, jawabannya singkat.

“Insyaallah sampai ajal menjemput.”

Keinginannya untuk mengikuti Arbain di Karbala juga belum pernah surut. Dia mengaku pernah mendapat tawaran untuk diberangkatkan secara gratis, tetapi hingga kini kesempatan itu belum terwujud.

“Saya tentu sangat ingin ke Karbala. Pernah juga ada yang menawarkan memberangkatkan secara gratis, tetapi sampai sekarang belum terealisasi. Meski begitu, perjalanan Arbain Kudus-Jepara ini bagi saya adalah upaya merasakan ziarah Arbain di Karbala.”

Yang paling membekas baginya justru bukan rasa lelah, melainkan kebaikan orang-orang yang ditemuinya di sepanjang perjalanan.

Baca juga: Peringatan Arbain Imam Husain di Samarinda Gaungkan Semangat Persatuan, Keadilan, dan Cinta Tanah Air

Pagi itu, ketika melintas di kawasan Bundaran Ngabul, seorang tukang parkir menghampirinya dan memberikan sebungkus nasi untuk sarapan.

“Yang memberi justru orang yang mungkin lebih membutuhkan daripada saya. Beliau hanya meminta didoakan. Begitu juga teman-teman yang lain, banyak yang mengirim pesan WhatsApp meminta didoakan selama perjalanan.”

Menurutnya, pengalaman-pengalaman semacam itu mengingatkannya pada kisah para pelayan peziarah Arbain di Karbala yang melayani tanpa memandang siapa pun.

Perjalanan tersebut juga memberi kesan tersendiri bagi dirinya secara spiritual.

“Saya seperti di-restart, di-refresh. Perjalanan ini mengingatkan kembali kepada Imam Husain dan memperbarui kesadaran saya tentang betapa berat penderitaan yang beliau alami.”

Selama berjalan, Mas Dar membawa tas ransel dan tongkat kayu. Di bagian belakang tasnya terikat bendera Merah Putih dan bendera Palestina, sementara pada tongkatnya terpasang panji bertuliskan nama Imam Husain a.s.

Baca juga: DPD ABI Lumajang Bentuk Koperasi “Bazara Kita”, Perkuat Kemandirian Ekonomi Umat

Dia juga mengaku terkesan dengan sambutan masyarakat Jepara.

“Saya menemukan keramahan, penghormatan, dan toleransi. Saat saya salat dengan posisi tangan yang berbeda, tidak ada yang mempersoalkan. Bahkan semalam saya diajak mengobrol oleh warga sampai akhirnya malah kurang istirahat,” katanya sambil tersenyum.

Di akhir wawancara, Mas Dar menyampaikan doa yang selama ini selalu dibawa dalam setiap langkah perjalanannya.

“Ya Imam, jangan lepaskan kami. Rangkul kami. Jangan biarkan saya tersesat. Saya bangga memiliki kecintaan ini dan ingin terus mengikuti langkah serta perjuanganmu.” []

Baca juga: Sambut Arbain, Muslimah ABI Balikpapan Gelar Donor Darah