Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Reuters: Iran Mengubah Pemerintahan Amerika

Published

on

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadapi pukulan politik setelah kandidat Partai Republik mengalami kekalahan dalam pemilu sela Kongres.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadapi pukulan politik setelah kandidat Partai Republik mengalami kekalahan dalam pemilu sela Kongres.

Media ABI, 6 November 2026 — Donald Trump ingin mengubah pemerintahan Iran. Namun, yang justru mengalami kekalahan politik telak dalam pemilu sela Amerika Serikat adalah pemerintahannya sendiri.

Baca juga: Larijani: Bagi Iran, Membuat Senjata Nuklir Semudah Minum Air

Dalam laporan analisis berjudul “Beaten at home, Trump faces stark choice on Iran: deal or escalation” — Reuters, 4 November 2026, Samia Nakhoul, Reuters menggambarkan kekalahan telak kandidat Partai Republik dalam pemilu sela Kongres Amerika Serikat sebagai konsekuensi politik dari perang terhadap Iran. Kantor berita Inggris itu menulis bahwa Donald Trump memasuki perang dengan tujuan mengganti pemerintahan Iran. Namun, yang justru runtuh adalah cengkeramannya sendiri atas Washington setelah para pemilih yang lelah akibat perang dan terpukul oleh lonjakan harga bahan bakar menyerahkan kendali Kongres kepada Partai Demokrat.

Dalam pemilu sela Kongres Amerika Serikat, kandidat Partai Demokrat berhasil mengalahkan lawan-lawan mereka, termasuk di sejumlah negara bagian yang secara tradisional menjadi basis Partai Republik. Donald Trump dan sejumlah pejabat pemerintahannya mengakui bahwa ketidakpuasan publik terhadap dampak perang terhadap Iran menjadi salah satu faktor utama di balik apa yang disebut sebagai “tsunami biru”.

Seorang sumber yang dekat dengan salah satu sekutu regional Amerika Serikat di kawasan Teluk mengatakan kepada Reuters, “Iran berhasil mengubah pemerintahan di Amerika!”

Baca juga: 

Menurut sumber tersebut, kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilu sela telah membuat para pejabat negara-negara Teluk terkejut dan terdiam.

Laporan Reuters itu memperlihatkan ironi politik yang tajam: perang yang semula diarahkan untuk mengguncang pemerintahan Iran justru berubah menjadi persoalan politik bagi pemerintahan Trump di dalam negeri. Para pemilih yang terdampak perang dan lonjakan harga bahan bakar kemudian memberikan konsekuensi politiknya melalui kotak suara.

Dengan demikian, istilah “perubahan rezim” yang semula menjadi bagian dari agenda terhadap Iran justru kembali menghantam Washington. Trump datang dengan ambisi mengubah pemerintahan di Teheran, tetapi pemilu sela membuat pemerintahannya sendiri menghadapi pukulan politik yang berat. []

Baca juga: Media Barat Jadikan Nama Trump sebagai Simbol Kekalahan Politiknya