Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Larijani: Bagi Iran, Membuat Senjata Nuklir Semudah Minum Air

Published

on

Mohammad-Javad Larijani, pakar senior isu politik Iran, berbicara mengenai kemampuan nuklir Iran dan doktrin nuklir negara tersebut.
Mohammad-Javad Larijani, pakar senior isu politik Iran, berbicara mengenai kemampuan nuklir Iran dan doktrin nuklir negara tersebut.

Media ABI, 6 November 2026 — Pakar senior isu politik Iran, Mohammad-Javad Larijani, menyatakan kemampuan ilmiah dan teknis Iran di bidang nuklir telah mencapai tingkat yang memungkinkan negara itu membuat senjata nuklir dengan mudah jika mendapat izin dari Wali Amr (Pemimpin Revolusi). Ia menegaskan bahwa pengetahuan nuklir Iran jauh melampaui persoalan tersebut.

Baca juga: Trump Gelar Rapat dengan Tim Keamanan Nasional Bahas Iran

“Sebagai seseorang yang memahami bidang ini, saya katakan kepada Anda bahwa membuat senjata nuklir bagi kami semudah minum air; seperti sebuah mainan. Pengetahuan nuklir kami jauh melampaui persoalan ini,” ujar Larijani dalam wawancara dengan Kantor Berita Farsnews pada Jumat (6/11/2026).

Larijani menegaskan bahwa keputusan mengenai hal tersebut tetap berada pada Wali Amr. “Jika Wali Amr mengizinkan, kami akan membuatnya dalam jumlah besar. Jika tidak mengizinkan, kami akan mengikuti perintah beliau. Namun, musuh harus tahu bahwa bagi kami, membuatnya semudah minum air,” tegasnya.

Kantor Berita Fars kemudian melaporkan bahwa peninjauan kembali doktrin nuklir Republik Islam Iran kini menjadi salah satu tuntutan yang berkembang di ruang publik. Fars mengaitkan tuntutan tersebut dengan apa yang disebutnya sebagai pelanggaran berulang Amerika Serikat terhadap komitmennya, tindakan bermusuhan terhadap Iran, serta serangan militer terhadap negara tersebut.

Berbagai kelompok masyarakat dan kalangan politik disebut mengajukan pandangan serta usulan mengenai kebijakan nuklir Iran, terutama terkait penguatan kemampuan penangkalan dan keamanan nasional.

Dalam perkembangan tersebut, sejumlah pembaca Kantor Berita Fars mendaftarkan petisi melalui platform Fars Man yang menyerukan peninjauan doktrin nuklir Iran. Salah satu petisi itu telah mendapat dukungan hampir 3.000 orang.

Petisi tersebut menyoroti meningkatnya ancaman terhadap keamanan nasional Republik Islam Iran dan menyerukan penguatan kemampuan penangkalan secara menyeluruh. Para pendukungnya juga meminta pembangunan senjata nuklir serta peningkatan jangkauan rudal Iran hingga 13.000 kilometer.

Baca juga: 

Dalam petisi itu disebutkan:

“Dengan mempertimbangkan meningkatnya ancaman terhadap keamanan nasional Republik Islam Iran dan kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan penangkalan secara menyeluruh, pembangunan senjata nuklir dan peningkatan jangkauan rudal hingga 13.000 kilometer sangat diperlukan. Langkah menentukan ini akan menjadi penjamin kelangsungan hidup dan keamanan nasional dalam menghadapi ancaman yang ada maupun yang akan datang.”

Petisi tersebut juga meminta anggota Parlemen Iran, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Kementerian Pertahanan dan Dukungan Angkatan Bersenjata, serta Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk meninjau doktrin nuklir dan penguatan kemampuan penangkalan negara.

Para pendukung petisi meminta agar, jika mendapat persetujuan Pemimpin Tertinggi Iran, pembangunan senjata nuklir turut dimasukkan ke dalam agenda negara. []

Baca juga: China Tembakkan “Rudal Obligasi” ke AS