Internasional
Iran Tegaskan Selat Hormuz Tak Dibuka sebelum Tujuh Syarat Dipenuhi AS

Media ABI, 6 November 2026 — Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, Mayjen Mohsen Rezaei, menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka dan perundingan dengan Amerika Serikat tidak akan dilakukan selama tujuh syarat yang telah disampaikan Iran kepada Washington belum dipenuhi.
Baca juga: Moskow Peringatkan Eropa soal Rencana Misi Militer di Laut Hitam
Berbicara mengenai posisi Iran terkait perundingan dengan Amerika Serikat, Rezaei mengatakan hal tersebut telah disampaikannya kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dalam kunjungannya ke Rusia baru-baru ini.
“Kami mengatakan kepada Tuan Putin bahwa dalam persoalan diplomasi, kami telah menyampaikan tujuh syarat kepada Amerika. Selama mereka tidak melaksanakan syarat-syarat tersebut, Selat Hormuz tidak akan dibuka dan tidak akan ada perundingan,” ujar Rezaei, seperti dilaporkan Farsnews Agency pada Kamis (5/11/2026).
Rezaei mengatakan dirinya membawa pesan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran untuk Putin. Menurutnya, kunjungan tersebut semula dijadwalkan berlangsung sekitar satu bulan sebelumnya, tetapi tertunda karena kondisi khusus di kawasan dan munculnya pembahasan mengenai situasi militer. Pemimpin Tertinggi Iran, kata dia, menghendaki agar pesannya segera disampaikan kepada Presiden Rusia.
Ia menambahkan bahwa Putin juga menyampaikan salam hangat dan tulus kepada Pemimpin Tertinggi Iran. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai persoalan penting di kawasan serta isu-isu terkait masa pascaperang, khususnya pengaturan keamanan regional.
Rezaei mengatakan dirinya juga menyampaikan laporan mengenai pertemuan empat negara di Teheran kepada Presiden Rusia. Menurutnya, Putin menyambut baik laporan tersebut dan mengatakan bahwa Rusia, sebagaimana China, berpandangan bahwa pengaturan keamanan regional harus diwujudkan dan negara-negara asing tidak boleh mencampuri keamanan kawasan.
Dalam pertemuan itu, lanjut Rezaei, isu koridor Rasht–Astara juga dibahas. Ia mengatakan Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran telah menyetujui proyek tersebut dan Menteri Jalan dan Pembangunan Perkotaan Iran akan segera menandatangani kontrak terkait untuk kemudian mulai melaksanakannya.
Baca juga:
- Yaman kepada Al-Saud: Sekalipun Didukung Seluruh Barat, Kalian Tak Akan Aman
- Trump Mencari Tumbal atas Perang Iran
- Di Lingkaran Trump, Perang Iran Kembali Jadi Rebutan
- Qaani: AS Berhadapan dengan Front Perlawanan dari Hormuz hingga Bab el-Mandeb
Ia juga mengatakan bahwa rencana transfer gas Rusia ke Iran turut dibahas. Menurut Rezaei, pembangunan jaringan pipa untuk menyalurkan gas dari Rusia ke Iran dibicarakan agar kekurangan gas di dalam negeri dapat dipenuhi sekaligus memungkinkan Iran menjual gas Rusia kepada negara-negara di sekitar Iran. Kedua pihak juga melakukan pembicaraan penting mengenai masa depan hubungan Iran dan Rusia.
Menanggapi pertanyaan mengenai peran kerja sama Iran dan Rusia sebagai dua negara sekutu strategis dalam mengembalikan stabilitas kawasan, mekanisme penyelesaian persoalan regional oleh negara-negara kawasan, serta pembahasan mengenai upaya mengakhiri perang dalam pertemuannya dengan Presiden Rusia, Rezaei mengatakan bahwa Putin mengecam keras serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran serta pemboman terhadap situs-situs nuklir Iran.
Menurut Rezaei, Putin berpandangan bahwa perang tersebut merupakan perang yang zalim dan harus segera diakhiri.
Ia menambahkan bahwa Putin menyatakan Rusia siap bekerja sama dalam bentuk apa pun untuk membantu mengakhiri perang.
Di akhir keterangannya, Rezaei kembali menegaskan posisi Iran terkait perundingan dengan Amerika Serikat.
“Kami mengatakan kepada Tuan Putin bahwa dalam persoalan diplomasi, kami telah menyampaikan tujuh syarat kepada Amerika. Selama mereka tidak melaksanakan syarat-syarat tersebut, Selat Hormuz tidak akan dibuka dan tidak akan ada perundingan. Diplomasi yang saat ini dijalankan semata-mata bertujuan agar Amerika membayar hak-hak Iran,” kata Rezaei. []
Baca juga: Ayatulah Mojtaba Khamenei: Mengalah kepada AS Justru Membuka Jalan bagi Tuntutan Baru







