Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

CNN Laporkan Markas CIA di Riyadh Hancur akibat Serangan Iran

Published

on

CNN menyebut masa depan pembangunan kembali pangkalan Amerika Serikat di Timur Tengah bergantung pada dukungan pembiayaan negara-negara tuan rumah.
CNN menyebut masa depan pembangunan kembali pangkalan Amerika Serikat di Timur Tengah bergantung pada dukungan pembiayaan negara-negara tuan rumah.

Media ABI, 8 September 2026 – CNN melaporkan markas CIA di Riyadh hancur akibat serangan Iran, sementara sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain, Qatar, Arab Saudi, dan Kuwait mengalami kerusakan berat.

Laporan yang dikutip Kantor Berita Mehr pada Selasa, 8 September 2026, itu muncul ketika sejumlah pejabat militer dan intelijen Amerika Serikat mulai mempertimbangkan pengurangan kehadiran Washington di Timur Tengah. Perang terbaru dengan Iran disebut telah menyingkap kelemahan mendasar dalam infrastruktur militer Amerika Serikat yang selama bertahun-tahun dibangun dan diperluas di kawasan.

Baca juga: Pembersihan Puing Gaza Berpotensi Hilangkan Bukti Kejahatan Israel

Banyak pangkalan militer Amerika Serikat menjadi sasaran serangan berulang Iran. Serangan rudal dan pesawat nirawak tersebut memperlihatkan kerentanan pangkalan-pangkalan Amerika dalam menghadapi serangan dari Iran.

Para pejabat Amerika Serikat mengakui bahwa markas CIA di Riyadh hancur sepenuhnya. Kerusakan berat juga dilaporkan terjadi pada sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain, Qatar, Arab Saudi, dan Kuwait.

Setelah serangan 11 September, Amerika Serikat memperluas jaringan fasilitas militer dan intelijennya secara besar-besaran di Timur Tengah. Pengembangan tersebut bertujuan memperkuat kemampuan Washington untuk memasuki berbagai perang dan melancarkan serangan terhadap enam negara, yakni Irak, Afghanistan, Suriah, Iran, Yaman, dan Libya.

Perang terbaru dengan Iran kemudian memperlihatkan titik-titik lemah dalam jaringan infrastruktur tersebut. Serangkaian serangan terhadap pangkalan Amerika Serikat menunjukkan kerentanan fasilitas yang tersebar di sejumlah negara kawasan terhadap serangan rudal dan pesawat nirawak.

Baca juga: Pentagon Tolak Bayar Tunjangan Keluarga Tentara AS yang Tewas dalam Perang Iran

Para pejabat Pentagon menolak menjelaskan apakah pangkalan-pangkalan yang mengalami kehancuran akan dibangun kembali. Pembangunan kembali fasilitas tersebut juga bergantung pada kesiapan negara-negara tuan rumah untuk ikut menanggung pembiayaannya.

CNN turut menyinggung ketahanan dan kegigihan para pejabat Iran. Media itu juga mencatat bahwa sejak keputusan Presiden Donald Trump untuk membunuh Jenderal Qassem Soleimani, Amerika Serikat kembali semakin terseret ke dalam dinamika konflik di Timur Tengah.

Sementara itu, komandan Angkatan Laut Amerika Serikat disebut menyatakan bahwa personel negaranya tidak akan kembali ke markas Armada Kelima di Bahrain dalam waktu dekat. []

Baca juga: Iran Kecam Kanada, Sebut Terlibat Pelanggaran Hukum dan Pemutarbalikan Fakta