Internasional
AS Khawatir Iran Perluas Medan Serangan

Media ABI, 6 September 2026 – Lembaga keamanan Amerika Serikat dilaporkan mengkhawatirkan kemungkinan Iran meningkatkan dan memperluas serangan terhadap kepentingan Washington di kawasan. Kekhawatiran itu menguat setelah serangan terbaru angkatan bersenjata Iran terhadap sejumlah posisi Amerika di Yordania.
Baca juga: Bom Amerika Jadikan Pesta Pernikahan di Iran Tragedi Berdarah
Kantor Berita Fars, Minggu (6/9/2026), mengutip Channel 14 Israel yang melaporkan bahwa lembaga-lembaga keamanan Amerika semakin khawatir perang dengan Iran dapat meluas.
Menurut penilaian yang dikutip stasiun televisi Israel tersebut, angkatan bersenjata Iran berpotensi meningkatkan sekaligus memperluas serangannya.
Seorang pejabat Israel yang mengetahui laporan lembaga keamanan Amerika mengatakan penilaian itu “didasarkan pada kenyataan”.
Menurut pejabat tersebut, serangan balasan terbaru Iran terhadap posisi-posisi Amerika di Yordania merupakan sebuah “sinyal” mengenai “apa yang mungkin dilakukan Teheran” pada tahap berikutnya.
Seorang pejabat Amerika pada 31 Agustus sebelumnya mengakui bahwa sebuah pangkalan Amerika di Yordania menjadi sasaran serangan rudal Iran. Namun, pejabat tersebut mengklaim serangan itu tidak menyebabkan kerusakan besar terhadap pasukan Amerika dan seluruh rudal berhasil dicegat.
Baca juga: Setelah Enam Bulan Perang, Intelijen AS Nilai Iran Kian Percaya Diri
Pernyataan itu muncul ketika informasi baru mengenai dampak serangan rudal dan drone Iran terhadap sejumlah pangkalan Amerika terus bermunculan. Beberapa pekan setelah putaran terakhir pertempuran berhenti, pengungkapan mengenai tingkat kerusakan pada fasilitas militer Amerika masih terus berlanjut.
Pada 27 Agustus, Military Times melaporkan kerusakan pada sebagian besar fasilitas Pangkalan Armada Kelima Amerika Serikat di Bahrain. Situs tersebut menggambarkan tingkat kehancuran di pangkalan itu sebagai “sulit dibayangkan”.
Menurut laporan tersebut, para pejabat Amerika memutuskan untuk tidak mempublikasikan informasi mengenai kerusakan di pangkalan itu karena besarnya kehancuran yang terjadi pada sejumlah fasilitas.
Berdasarkan penilaian lembaga keamanan yang dikutip Channel 14, salah satu pertimbangan Iran adalah meningkatkan tekanan ekonomi dan politik terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pertimbangan itu dikaitkan dengan periode ketika peluang politik yang tersedia bagi Trump dapat berubah setelah pemilihan paruh waktu.
Channel 14 pada akhir laporannya menyebut para pejabat Israel dan Amerika Serikat mulai mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. []
Baca juga: Senator AS: Perang Trump terhadap Iran Menghancurkan Ekonomi AS







