Internasional
Skandal USS USS Abraham Lincoln Menyeret Angkatan Laut AS

Media ABI, 16 Agustus 2026 — Sejumlah anggota DPR Amerika Serikat dari Partai Demokrat meminta Kementerian Angkatan Laut AS menyelidiki kondisi fisik dan mental awak kapal induk USS Abraham Lincoln yang telah dikerahkan di Timur Tengah selama lebih dari 260 hari untuk mendukung operasi militer Washington terhadap Iran.
Menurut Fars News Agency pada Minggu (16/8/2026), para anggota DPR menyampaikan kekhawatiran itu melalui surat kepada Pelaksana Tugas Menteri Angkatan Laut AS Hung Cao. Mereka meminta penjelasan mengenai kondisi di atas kapal serta langkah yang telah ditempuh untuk mengurangi tekanan terhadap sekitar 5.000 pelaut dan marinir yang menjalani penugasan panjang dalam situasi perang.
Baca juga: Newsweek: Iran Menang Penuh atas Amerika
Surat tersebut merujuk pada berbagai laporan mengenai memburuknya kondisi kehidupan dan kesehatan mental awak. Para legislator juga mempertanyakan persoalan kesehatan kronis, kebersihan, serta kemungkinan keterbatasan persediaan makanan di kapal.
USS Abraham Lincoln mulai menjalankan misi untuk mendukung operasi militer AS terhadap Iran pada 21 November. Hingga kini, kapal tersebut telah berada di Timur Tengah selama lebih dari 260 hari, memicu kekhawatiran di Kongres mengenai kesehatan dan keselamatan personel.
Sejumlah keluarga awak sebelumnya juga menyampaikan kekhawatiran mengenai kondisi psikologis personel selama penugasan panjang. Namun, pejabat Angkatan Laut AS dan Presiden Donald Trump membantah adanya peningkatan kasus bunuh diri di kapal tersebut.
Menteri Perang AS Pete Hegseth turut membantah laporan mengenai kondisi USS Abraham Lincoln dan menyebutnya sebagai laporan yang “sepenuhnya diputarbalikkan”.
Baca juga: Yaman Dukung Penuh Hizbullah Lebanon
Di tengah sorotan itu, Hung Cao pada Jumat menyatakan awak USS Abraham Lincoln akan segera dipulangkan melalui skema rotasi dengan kapal induk USS George Washington. Dia menegaskan keselamatan pelaut dan marinir tetap menjadi prioritas.
Sorotan terhadap kapal tersebut bukan yang pertama datang dari Kongres. Beberapa hari sebelumnya, anggota Partai Demokrat di Senat juga meminta penjelasan Hegseth dan Cao mengenai kondisi USS Abraham Lincoln setelah muncul laporan terkait persoalan keselamatan di atas kapal.
Versi ini menurut saya lebih kuat karena tidak terus-menerus mengulang “menurut laporan”, “kondisi”, atau “awak kapal”. Saya juga mempertahankan atribusi dengan ketat, sehingga tuduhan dan laporan yang belum diverifikasi tidak berubah menjadi fakta dalam narasi. []
Baca juga: Jurnalis AS: Masalah di USS Abraham Lincoln Terjadi di Seluruh Timur Tengah







