Internasional
Alasan Tokoh Nasional Yordania Sambut Seruan IRGC

Ahlulbait Indonesia, 22 Juli 2026 – Sejumlah tokoh nasional Yordania mulai menyuarakan penolakan terhadap keberadaan militer Amerika Serikat di negara mereka, menyusul serangkaian seruan yang disampaikan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kepada masyarakat kawasan, khususnya Yordania. Perkembangan tersebut dilaporkan Kantor Berita Mehr pada Rabu (22/7).
Sebelumnya, Al Mayadeen, Rabu (22/7), melaporkan bahwa para tokoh, kepala suku, dan pemimpin politik Yordania menandatangani sebuah pernyataan yang menegaskan bahwa menjaga kedaulatan nasional harus menjadi prioritas Kerajaan. Mereka mendesak pemerintah membatalkan perjanjian keamanan-militer dengan Amerika Serikat atau menyerahkannya kepada parlemen untuk ditinjau kembali dengan tujuan dibatalkan, atau setidaknya dibatasi.
Baca juga: Tokoh Nasional Yordania Sambut Seruan IRGC Tolak Kehadiran Militer AS
Menurut Mehr, kemunculan pernyataan dari sejumlah tokoh Yordania dinilai sebagai respons atas seruan berulang IRGC yang mengajak masyarakat menolak penggunaan wilayah dan fasilitas negara mereka sebagai basis operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran.
Dalam pernyataan yang dirilis pada 20 Juli, IRGC menyampaikan apresiasi kepada rakyat dan personel militer Yordania atas kerja sama dan informasi yang memungkinkan Iran menyerang fasilitas militer Amerika di kawasan Al-Azraq. IRGC juga menegaskan bahwa Amerika Serikat sebagai pelaku agresi terhadap berbagai negara Islam serta pendukung utama Israel dalam perang di Gaza, seraya menyerukan perlawanan terhadap keberadaan militer AS di kawasan.
Sebelumnya, pada 15 Juli, IRGC mengutip firman Allah SWT, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (QS. Ar-Ra’d: 11), sebelum mengajak rakyat Yordania mengakhiri keberadaan militer Amerika di negara mereka. Menurut IRGC, Yordania sebagai tanah para nabi tidak semestinya dijadikan pangkalan kekuatan asing maupun titik awal operasi militer terhadap negara-negara Islam dan rakyat Palestina.
Sehari sebelumnya, pada 14 Juli, IRGC juga menyerukan penutupan seluruh pangkalan militer Amerika di kawasan. Menurutnya, langkah tersebut akan mengurangi penderitaan rakyat Palestina sekaligus berkontribusi pada terciptanya stabilitas dan keamanan regional. []
Baca juga: Markas Khatam al-Anbiya: Serangan ke Fasilitas Nuklir adalah Deklarasi Perluasan Perang






