Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Nyaris Jadi “Besi Tua”, Pentagon Kembali Berburu Rudal Patriot Generasi Lama

Published

on

Sistem rudal pertahanan udara Patriot PAC-2 GEM-T kembali dipesan Pentagon setelah lebih dari tiga dekade. (Foto: RTX/Raytheon)
Sistem rudal pertahanan udara Patriot PAC-2 GEM-T kembali dipesan Pentagon setelah lebih dari tiga dekade. (Foto: RTX/Raytheon)

Persediaan rudal pencegat yang menipis memaksa Washington menghidupkan kembali pengadaan Patriot PAC-2 GEM-T setelah tiga dekade.

Ahlulbait Indonesia, 24 Juli 2026 – Militer Amerika Serikat kembali memesan rudal Patriot PAC-2 GEM-T, sistem pertahanan udara generasi lama yang lebih dari tiga dekade tidak lagi diproduksi untuk kebutuhan domestik. Langkah yang tidak lazim bagi Pentagon ini memperlihatkan besarnya tekanan terhadap persediaan rudal pencegat Amerika setelah penggunaan intensif dalam konflik berkepanjangan di Asia Barat, termasuk perang melawan Iran.

Baca juga: Iran Hancurkan Rudal Jelajah Tomahawk AS di Langit Kahnuj

Mehr News pada Jumat (24/7/26), mengutip situs pertahanan The War Zone (TWZ), melaporkan bahwa keputusan tersebut diambil di tengah meningkatnya kekhawatiran atas menipisnya stok rudal pencegat AS setelah digunakan secara intensif dalam berbagai konflik di Asia Barat.

CEO RTX Corporation (sebelumnya Raytheon), Christopher Calio, mengungkapkan dalam konferensi pemaparan kinerja kuartal II tahun fiskal 2026 bahwa perusahaannya memperoleh kontrak baru senilai sekitar US$20 miliar, dengan lebih dari US$5 miliar di antaranya berasal dari pemesanan rudal PAC-2 GEM-T.

Calio juga menyatakan bahwa Angkatan Darat AS telah mengeluarkan pesanan produksi massal domestik pertama untuk rudal tersebut dalam lebih dari 30 tahun.

Baca juga: Wall Street Journal: Kecepatan Iran Pulihkan Infrastruktur Strategis Lampaui Perkiraan Intelijen Barat

Menurut laporan TWZ yang dikutip Mehr News, keputusan Washington menghidupkan kembali pembelian rudal Patriot generasi lama mencerminkan meningkatnya kekhawatiran terhadap menipisnya stok rudal pencegat setelah digunakan secara intensif dalam konflik di Asia Barat.

Keputusan Pentagon menghidupkan kembali pengadaan rudal Patriot generasi lama menunjukkan bahwa perang berkepanjangan tidak hanya menguras anggaran dan personel, tetapi juga mengikis cadangan persenjataan strategis. Kembalinya sistem yang selama lebih dari tiga dekade tidak lagi dipesan untuk kebutuhan domestik menjadi isyarat bahwa bahkan kekuatan militer terbesar di dunia pun harus menyesuaikan diri ketika perang berlangsung jauh lebih lama dari perkiraan. []

Baca juga: Yaman Unjuk Kekuatan: Seluruh Kapal Menuju Pelabuhan Saudi Dilarang Melintas