Internasional
Iran Hantam 20 Pangkalan AS di 8 Negara dengan 2.000 Serangan

Ahlulbait Indonesia, 11 Agustus 2026 — Iran melancarkan sekitar 2.000 serangan udara, rudal, dan drone terhadap 20 pangkalan militer Amerika Serikat di delapan negara Asia Barat, menyebabkan kerusakan yang ditaksir mencapai miliaran dolar, menurut laporan The Wall Street Journal sebagaimana dilansir Kayhan pada Selasa (11/8/2026).
Dampak serangan tersebut disebut memperberat posisi Washington dalam perang. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai belum mencapai tujuan yang ditetapkan, sementara sejumlah laporan memperkirakan biaya perang dapat mencapai 1 triliun dolar. Media, analis, dan pejabat Amerika Serikat juga menyebut persediaan rudal Washington semakin menipis, kondisi yang dinilai menggerus daya tangkal Amerika Serikat secara global.
Baca juga: Pengakuan Jujur Riyadh: Payung Keamanan AS Mulai Runtuh
Mark Esper, mantan Menteri Pertahanan Amerika Serikat pada periode pertama pemerintahan Trump, menilai Iran kini berada dalam posisi lebih unggul. Menurutnya, tuntutan baru Teheran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz menunjukkan keyakinan Iran bahwa posisi militernya lebih kuat dalam konflik tersebut.
“Orang-orang Iran percaya bahwa mereka berada di posisi lebih unggul dan berpikir mereka sedang menang. Dan memang demikian,” kata Esper.
CNN sebelumnya melaporkan bahwa Trump memulai perang dengan keyakinan Iran akan menyerah tanpa syarat. Namun, Washington gagal memaksa Teheran menyerah dan kini menghadapi tuntutan Iran yang semakin berat sebagai imbalan atas pembukaan kembali Selat Hormuz.
The Wall Street Journal dalam laporan pada Minggu menyebut Trump telah mengatakan kepada para penasihatnya bahwa dirinya mungkin bersedia mengakhiri perang hanya dengan memperoleh pembukaan kembali Selat Hormuz, tanpa kesepakatan nuklir.
Baca juga: Media Israel: Pada Akhirnya Trump akan Tunduk pada Tuntutan Teheran
Menurut CNN, posisi tersebut berbeda dengan sikap Trump pada awal perang ketika dirinya menyerukan agar Iran menyerah. Trump juga disebut setidaknya tujuh kali menarik kembali ancaman yang sebelumnya disampaikan terhadap Iran.
Dalam laporan lainnya, CNN mengutip sejumlah analis yang menilai perang yang telah memasuki bulan keenam, tekanan politik dalam negeri, dan menipisnya persediaan persenjataan semakin membatasi kemampuan Washington untuk melanjutkan konflik.
Kondisi tersebut disebut mendorong Amerika Serikat semakin dekat pada upaya mengakhiri perang. []
Baca juga: Washington Mulai Tarik Pasukan Bertahap dari Asia Barat







