Internasional
Di Qom, Lautan Manusia Membentang hingga Cakrawala Mengiringi Perjalanan Terakhir Syahid Imam Ali Khamenei

Ahlulbait Indonesia, 7 Juli 2026 – Jutaan pelayat memenuhi Boulevard Payambar-e A’zam di Kota Qom pada Selasa (7/7/2026), mengubah jalur yang menghubungkan Masjid Suci Jamkaran dan Makam Sayyidah Fatimah Maksumah menjadi hamparan manusia yang membentang hingga ke cakrawala dalam prosesi pemakaman Syahid Ayatullah Imam Ali Khamenei beserta anggota keluarganya yang syahid.
Prosesi dimulai pada Selasa pagi, 7 Juli 2026, setelah salat jenazah yang diimami Ayatullah Jawadi Amoli di Masjid Suci Jamkaran. Seusai salat, iring-iringan bergerak memasuki Boulevard Payambar-e A’zam, jalur yang menghubungkan dua kawasan suci di Kota Qom.
Dilihat dari udara, Boulevard Payambar-e A’zam seakan kehilangan bentuknya sebagai sebuah jalan raya. Hamparan manusia memenuhi setiap lajur hingga membentang ke batas pandang. Dari satu ujung ke ujung lainnya hampir tak terlihat ruang kosong, hanya barisan pelayat yang bergerak perlahan mengikuti iring-iringan menuju Makam Sayyidah Fatimah Maksumah.
Baca juga: Muqtada al-Sadr Sambut Para Pelayat Wali Syahid Ayatullah Imam Ali Khamenei
Di antara lautan pelayat berkibar ribuan bendera Republik Islam Iran, panji-panji bertuliskan nama-nama Ahlul Bait, serta foto-foto Ayatullah Imam Ali Khamenei. Dari berbagai sudut, gema takbir bersahut-sahutan dengan lantunan “Labbaik Ya Khamenei”, “Labbaik Ya Husain”, “Labbaik Ya Mahdi”, disusul slogan “Mati bagi Amerika” dan “Mati bagi Israel”. Lantunan itu terus bersahut-sahutan di sepanjang boulevard, mengiringi langkah jutaan pelayat yang bergerak perlahan menuju Makam Sayyidah Fatimah Maksumah.
Sebagian besar pelayat telah tiba di Qom sejak malam sebelumnya. Mereka datang dari berbagai provinsi di Iran dan sejumlah negara lain. Banyak di antara mereka memilih bermalam di sekitar Masjid Suci Jamkaran agar dapat mengikuti seluruh rangkaian penghormatan terakhir, mulai dari salat jenazah hingga prosesi pemakaman.
Di antara para pelayat tampak keluarga para syuhada, veteran perang, penyandang disabilitas akibat perang, ulama, hauzah, akademisi, mahasiswa, remaja, pemuda, kaum perempuan, hingga masyarakat umum yang memenuhi setiap sisi boulevard. Mereka berjalan dalam suasana khidmat, mengiringi perjalanan terakhir pemimpin yang mereka cintai.
Baca juga: Diplomasi Al-Qur’an: Membaca Pesan di Balik Pemilihan Ayat bagi Delegasi Asing
Sepanjang rute pemakaman, ratusan maukib melayani para pelayat dengan membagikan air minum, minuman penyegar, dan makanan ringan. Petugas medis, aparat keamanan, serta personel layanan publik disiagakan di berbagai titik untuk memastikan prosesi berlangsung tertib hingga rombongan tiba di Makam Suci Sayyidah Fatimah Maksumah.
Sementara iring-iringan terus bergerak menuju Makam Suci Sayyidah Fatimah Maksumah, hamparan manusia di belakang rombongan masih memanjang tanpa ujung yang tampak. Dari udara, Boulevard Payambar-e A’zam tetap dipenuhi lautan pelayat yang membentang tanpa putus hingga ke cakrawala, mengiringi perjalanan terakhir Syahid Imam Ali Khamenei. []
Baca juga: Penundaan Pemakaman Ayatullah Khamenei Menurut Fikih









