Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Kementerian Intelijen Iran Perbarui Baiat, Ajak Warga Hadiri Prosesi Penghormatan

Published

on

Pernyataan terbaru Kementerian Intelijen Iran menyoroti prosesi penghormatan bagi Imam Ali Khamenei, pembaruan baiat, dan komitmen menuntut pertanggungjawaban para pelaku.
Kementerian Intelijen Iran mengajak masyarakat menghadiri prosesi penghormatan bagi Imam Ali Khamenei serta memperbarui baiat kepada Ayatullah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei. (Foto; IRNA)

Ahlulbait Indonesia, 4 Juli 2026 — Kementerian Intelijen Iran mengajak masyarakat menghadiri prosesi penghormatan bagi Pemimpin Syahid Iran, Imam Ali Khamenei. Menurut laporan Farsnews Agency, dalam pernyataan resmi yang diterbitkan Jumat (4/7), kementerian memperbarui baiat kepada Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei, serta menegaskan komitmennya untuk melanjutkan jalan para syuhada dan menuntut pertanggungjawaban para pelaku atas syahadah Imam Ali Khamenei.

Baca juga: Komandan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran Tegaskan Ikrar Lanjutkan Jalan Syuhada

Pernyataan tersebut diawali dengan penghormatan kepada Imam Ali Khamenei sebagai pemimpin syahid Revolusi Islam dan ungkapan duka atas kehilangan sosok yang telah mendedikasikan hidupnya bagi kemuliaan, kemandirian, martabat, serta perlawanan terhadap penindasan.

Kementerian Intelijen menyatakan rakyat Iran masih berada dalam suasana duka sejak syahadah Imam Ali Khamenei. Dalam pernyataan itu, Amerika Serikat dan Israel bertanggung jawab atas peristiwa yang disebut sebagai salah satu aksi teror terbesar dalam sejarah kontemporer. Menurut kementerian, luka yang dirasakan rakyat Iran dan para pendukungnya tidak akan terobati sebelum para pelaku dimintai pertanggungjawaban.

Mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an, kementerian menyatakan keyakinannya bahwa pembalasan terhadap para pelaku akan terwujud sesuai dengan janji Ilahi.

Pada bagian akhir pernyataannya, Kementerian Intelijen yang menyebut para personelnya sebagai “Prajurit Tanpa Nama Imam Zaman” kembali mengajak masyarakat menghadiri prosesi penghormatan bagi Imam Ali Khamenei. Kementerian juga menegaskan pembaruan baiat kepada Ayatullah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei serta komitmennya untuk menuntut pertanggungjawaban atas darah Imam Ali Khamenei dan para korban yang gugur dalam perang yang diistilahkan sebagai “perang yang dipaksakan kedua dan ketiga”.

Pernyataan tersebut ditutup dengan kutipan ayat Al-Qur’an, “Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” []

Baca juga: Mengantar Sang Pemimpin Syahid: Di Musala Imam Khomeini, Sebuah Bangsa Mengucapkan Salam Perpisahan (1)