Internasional
Jutaan Pelayat Mensalati Jenazah Ayatullah Syahid Sayyid Ali Khamenei

Ahlulbait Indonesia, 6 Juli 2026 — Salat jenazah bagi mendiang Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatullah Syahid Sayyid Ali Khamenei, diselenggarakan di kompleks Musala Imam Khomeini (Grand Mosalla), Teheran, Ahad (5/7/2026), di hadapan jutaan pelayat yang memadati kawasan tersebut sejak dini hari. Prosesi yang dipimpin Ayatullah Ja’far Sobhani itu menjadi puncak penghormatan nasional kepada pemimpin yang selama lebih dari tiga dekade memimpin Republik Islam Iran, sekaligus mengawali rangkaian prosesi pemakaman yang akan berlanjut ke Kota Suci Qom, Najaf, Karbala, hingga Mashhad.
Sejak fajar menyingsing, arus pelayat terus mengalir menuju Grand Mosalla. Banyak di antara mereka memilih bermalam di sekitar lokasi agar dapat mengikuti seluruh rangkaian prosesi. Keluarga-keluarga datang bersama anak-anak mereka, sementara lantunan ayat suci Al-Qur’an, zikir, dan doa menggema mengiringi peti jenazah menuju tempat pelaksanaan salat. Suasana khusyuk berpadu dengan duka yang mendalam, mencerminkan besarnya penghormatan masyarakat kepada pemimpin yang mereka kenal selama puluhan tahun.
Baca juga: Konferensi Internasional di Qom Perkuat Ikhtiar Mengkaji Warisan Pemikiran Syahid Imam Ali Khamenei
Peti jenazah Ayatullah Sayyid Ali Khamenei diusung menuju area salat di tengah lautan manusia yang memenuhi kompleks Musala Imam Khomeini. Jutaan pasang mata mengiringi perjalanan terakhirnya, sementara doa-doa terus dipanjatkan sebagai penghormatan kepada sosok yang oleh para pelayat dipandang telah mendedikasikan hidupnya bagi Republik Islam Iran dan umat Islam.
Prosesi tersebut dihadiri putra-putra mendiang, yakni Sayyid Masoud Khamenei, Sayyid Meisam Khamenei, dan Sayyid Mustafa Khamenei. Sejumlah pejabat tinggi negara turut memberikan penghormatan terakhir, di antaranya Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, serta Kepala Garda Revolusi Iran Jenderal Ahmad Vahidi.
Para pelayat mengenakan pakaian berkabung berwarna hitam sambil membawa bendera Republik Islam Iran, foto-foto Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, serta bendera merah Asyura yang melambangkan pengorbanan dan perjuangan. Di sejumlah titik juga terdengar seruan politik yang mengecam Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel. Sebagian peserta tampak membawa foto Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei sebagai simbol baiat dan peneguhan dukungan terhadap kepemimpinan baru Republik Islam Iran.
Bagi jutaan warga yang hadir, prosesi tersebut melampaui penghormatan kepada seorang kepala negara. Momen itu dipandang sebagai pernyataan kesetiaan terhadap nilai-nilai Revolusi Islam sekaligus simbol persatuan nasional di tengah dinamika geopolitik yang masih membayangi kawasan.
Baca juga: Konferensi Internasional di Qom Perkuat Ikhtiar Mengkaji Warisan Pemikiran Syahid Imam Ali Khamenei
Pemerintah Iran telah menyiapkan rangkaian penghormatan yang berlangsung selama beberapa hari. Setelah prosesi di Teheran, iring-iringan jenazah dijadwalkan menuju Kota Suci Qom untuk disalatkan dan dilepas oleh masyarakat setempat. Perjalanan kemudian berlanjut ke Najaf dan Karbala di Irak untuk penghormatan di makam Imam Ali a.s., Imam Husain a.s., dan Sayyidina Abbas a.s., sebelum ditutup dengan pemakaman di kompleks makam Imam Ridha a.s. di Kota Mashhad.
Bagi banyak warga Iran, prosesi tersebut bukan hanya menjadi penghormatan terakhir kepada seorang pemimpin, melainkan juga peneguhan atas kesinambungan cita-cita yang diyakini telah diwariskan Ayatullah Sayyid Ali Khamenei selama masa kepemimpinannya. Di tengah lautan doa dan air mata, jutaan pelayat mengantarkan kepergiannya dengan keyakinan bahwa pengabdian, keteguhan, dan warisan perjuangannya akan tetap hidup dalam perjalanan Republik Islam Iran dan umat Islam. []
Baca juga: Melampaui Air Mata Duka: Ketika Kematian Menjelma Menjadi Roh Identitas Nasional







