Internasional
Iran Matangkan Persiapan Besar-Besaran Prosesi Penghormatan Terakhir bagi Pemimpin Syahid Revolusi Islam

Ahlulbait Indonesia, 29 Juni 2026 — Pemerintah Iran mematangkan persiapan penyelenggaraan prosesi penghormatan terakhir dan pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi Islam, Imam Ali Khamenei dengan mengerahkan kapasitas pemerintah, aparat keamanan, serta partisipasi masyarakat di Provinsi Teheran, Qom, dan Khorasan Razavi.
Menurut laporan Mehr News pada Minggu malam (28/6/2026), Gubernur Provinsi Teheran sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara Prosesi Penghormatan Terakhir dan Pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi Islam di Provinsi Teheran, Mohammad Sadegh Motamedian, mengatakan seluruh persiapan diarahkan untuk memastikan rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan mampu menampung tingginya antusiasme masyarakat.
Motamedian menjelaskan panitia pusat dipimpin Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Aref dengan melibatkan sejumlah kementerian, lembaga negara, angkatan bersenjata, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), serta Kepolisian Republik Islam Iran. Panitia tersebut telah menggelar koordinasi intensif selama beberapa pekan terakhir guna menyusun kebijakan, membagi tugas antarlembaga, dan mempersiapkan seluruh aspek teknis penyelenggaraan.
Sebagian besar pelaksanaan operasional dipercayakan kepada Kementerian Dalam Negeri melalui sekretariat panitia, sementara gubernur Teheran, Qom, dan Khorasan Razavi ditunjuk memimpin pelaksanaan di tingkat provinsi.
Keselamatan, Keamanan, dan Pelayanan Jadi Prioritas
Motamedian menegaskan seluruh perencanaan bertumpu pada tiga prioritas utama, yakni keselamatan dan kesehatan masyarakat, keamanan penyelenggaraan acara, serta pelayanan maksimal bagi para peziarah.
Ia mengatakan hasil survei menunjukkan masyarakat dari berbagai provinsi di Iran, bahkan dari sejumlah negara di kawasan, berencana menghadiri prosesi tersebut. Karena itu, pemerintah mengerahkan seluruh perangkat yang diperlukan agar kegiatan berlangsung tanpa mengabaikan aspek keselamatan maupun keamanan.
Untuk mengantisipasi lonjakan jumlah peziarah, pemerintah menyiapkan berbagai fasilitas umum sebagai lokasi akomodasi sementara, meliputi masjid, sekolah, universitas, husainiyah, gedung milik pemerintah, taman kota, hingga kawasan rekreasi di Teheran.
Di bidang kesehatan, seluruh kapasitas Kementerian Kesehatan, organisasi layanan gawat darurat, Bulan Sabit Merah Iran, serta universitas-universitas ilmu kedokteran dimobilisasi guna memperkuat pelayanan medis dan penanganan keadaan darurat. Pemerintah juga mengantisipasi risiko sengatan panas dan gangguan kesehatan lainnya karena prosesi berlangsung pada musim panas.
Infrastruktur dan Pengamanan Diperkuat
Pemerintah Iran turut memperkuat dukungan infrastruktur dasar, termasuk pasokan air, listrik, telekomunikasi, dan jaringan internet di kawasan Musala Besar Teheran serta sepanjang rute prosesi.
Menurut Motamedian, operator telekomunikasi Hamrah-e Aval, Irancell, dan Rightel telah menyiapkan perangkat komunikasi tambahan untuk memastikan layanan tetap berjalan selama acara berlangsung.
Sementara itu, aparat keamanan, kepolisian, angkatan bersenjata, dan lembaga terkait akan mengawal seluruh rangkaian kegiatan guna menjamin keamanan para peserta.
Rekayasa Arus Peziarah Disiapkan
Pemerintah juga menyiapkan rekayasa arus peziarah dengan menambah jumlah pintu masuk dan keluar Musala Besar Teheran serta memisahkan jalur masuk dan keluar guna mengurangi kepadatan dan memperlancar mobilitas pengunjung.
Selain itu, skema rekayasa lalu lintas telah disusun melalui koordinasi antara Kementerian Dalam Negeri, Pemerintah Provinsi Teheran, Pemerintah Kota Teheran, Kepolisian, dan instansi terkait untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan maupun pejalan kaki selama rangkaian acara berlangsung.
Motamedian mengimbau masyarakat mengatur durasi kunjungan mereka mengingat tingginya potensi kepadatan dan suhu udara. Menurutnya, pembatasan waktu berada di lokasi akan memberi kesempatan kepada lebih banyak peziarah untuk menyampaikan penghormatan terakhir sekaligus membantu menjaga keselamatan seluruh peserta.
Rangkaian prosesi penghormatan terakhir dijadwalkan berlangsung selama tiga hari di Musala Besar Teheran, sedangkan upacara pemakaman akan dilaksanakan pada hari berikutnya. []

