Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Kondisi USS Abraham Lincoln Picu Kemarahan Kongres AS

Published

on

USS Abraham Lincoln kembali setelah lebih dari 265 hari berada di laut, di tengah sorotan Kongres AS terhadap kondisi awak dan panjangnya masa penugasan.
USS Abraham Lincoln kembali setelah lebih dari 265 hari berada di laut, di tengah sorotan Kongres AS terhadap kondisi awak dan panjangnya masa penugasan.

Media ABI, 15 Agustus 2026 — Kepulangan kapal induk USS Abraham Lincoln setelah lebih dari 265 hari berada di laut justru memicu sorotan baru di Kongres Amerika Serikat. Sejumlah anggota Kongres mempertanyakan pengelolaan perang dengan Iran oleh pemerintahan Donald Trump dan Pentagon, terutama terkait panjangnya masa penugasan kapal perang serta kondisi awak selama berada di laut.

Fars News Agency melaporkan pada Sabtu (15/8/26) bahwa selama perang dengan Iran, USS Abraham Lincoln menghadapi kekurangan makanan, persoalan kesehatan dan sistem perpipaan, gangguan layanan pos, serta minimnya kesempatan berlabuh di pelabuhan. Kondisi tersebut disebut turut memengaruhi semangat dan kesejahteraan personel.

Baca juga: Laksamana Prancis: Trump Remehkan Harga Diri Iran dan Tumbang di Babak Pertama

Keluarga sejumlah awak juga menyampaikan kekhawatiran mengenai kondisi psikologis para pelaut. Beberapa insiden serius dilaporkan terjadi selama penugasan, yang menunjukkan besarnya tekanan yang dihadapi awak kapal.

Joe Courtney, anggota Partai Demokrat dan anggota senior Komite Angkatan Bersenjata DPR AS, menilai penugasan panjang kapal perang Amerika telah menjadi pola yang mengkhawatirkan. Menurutnya, masa operasi yang berkepanjangan mempercepat keausan kapal sekaligus menguras kondisi fisik dan mental para pelaut.

Courtney meminta dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dampak perpanjangan masa operasi kapal perang di laut.

Betty McCollum, anggota senior Komite Alokasi Pertahanan DPR AS, mengatakan telah meminta penjelasan Pentagon selama beberapa pekan mengenai kondisi USS Abraham Lincoln dan kapal-kapal induk lainnya.

Baca juga: Jenderal AS Akui Amerika Tak Mampu Hadapi Serangan Drone Massal

McCollum menilai kekurangan makanan, buruknya kondisi sanitasi, serta terbatasnya waktu istirahat di pelabuhan telah berkontribusi terhadap penurunan semangat dan meningkatnya persoalan kesehatan mental sebagian personel.

Kritik McCollum juga diarahkan kepada Pete Hegseth, Menteri Pertahanan AS. Dia mempertanyakan kepemimpinan Hegseth di Departemen Pertahanan dan menilai kebijakan luar negeri pemerintahan Trump justru membuat Amerika Serikat mengalami kemunduran.

“Kondisi ini tidak dapat disebut sebagai sebuah keberhasilan, melainkan kegagalan kepemimpinan,” kata McCollum.

Dari Partai Republik, Marlin Stutzman mengatakan akan meminta penjelasan dari Pentagon dan pemerintah mengenai kondisi awak USS Abraham Lincoln. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk memastikan para pelaut dan marinir mendapat perawatan yang layak.

Di tengah upaya pejabat pemerintah mengecilkan laporan mengenai kondisi kapal, anggota Kongres memperingatkan bahwa perpanjangan misi tempur Amerika di Timur Tengah dapat membawa konsekuensi yang lebih luas. Penugasan berkepanjangan dinilai berisiko mempercepat keausan kapal dan semakin membebani personel militer AS. []

Baca juga: Perang Melawan Iran Mencekik Leher Trump