Internasional
Jenderal AS Akui Amerika Tak Mampu Hadapi Serangan Drone Massal

Media ABI, 15 Agustus 2026 — Amerika Serikat belum memiliki kemampuan yang memadai untuk menghadapi serangan drone dalam jumlah besar di wilayahnya sendiri. Pengakuan tersebut disampaikan Joseph Gerard, jenderal Angkatan Darat AS sekaligus Wakil Komandan Komando Utara Amerika Serikat, dalam keterangan yang dikutip Kantor Berita Mehr dari Reuters pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Gerard ditanya apakah militer Amerika saat ini mampu menghadapi serangan massal drone di dalam wilayah AS. Jawabannya singkat.
Baca juga: Krisis di USS Abraham Lincoln, AS Kirim Kapal Induk Pengganti ke Timur Tengah
“Tidak,” kata Gerard.
Menurutnya, kendala utama berada pada kemampuan mendeteksi drone. Amerika Serikat belum memiliki sensor yang diperlukan di seluruh wilayah, sehingga kemampuan mendeteksi ancaman bergantung pada lokasi yang menjadi sasaran.
“Kami tidak memiliki sensor yang diperlukan dan, bergantung pada ke mana drone-drone tersebut akan menyerang, kami mungkin bahkan tidak memiliki sensor di lokasi itu,” ujarnya.
Gerard mengakui kondisi tersebut membuat Amerika belum diperlengkapi dengan baik untuk menghadapi serangan drone berskala besar.
“Karena itu, saat ini kami belum diperlengkapi dengan baik untuk menghadapi hal seperti ini,” katanya.
Dia mengatakan serangan drone dalam jumlah besar telah digunakan di berbagai belahan dunia dan menjadi ancaman yang terus diamati oleh militer Amerika. Menurut Gerard, Washington masih perlu mengembangkan cara untuk mengurangi risiko tersebut.
Baca juga: CIA Pun Ragukan Intelijen Israel soal Ancaman Iran terhadap Trump
“Kami melihat penggunaan serangan semacam ini dan setiap hari menyaksikannya di berbagai belahan dunia. Kami harus menemukan cara untuk mengurangi ancaman ini, tetapi kami belum sampai pada tahap tersebut,” katanya.
Gerard menegaskan kemampuan mendeteksi drone menjadi salah satu perhatian utama Komando Utara AS.
“Masalah terbesar saat ini adalah mendeteksi drone. Cara kami mengidentifikasi drone merupakan salah satu kekhawatiran terpenting Komando Utara Amerika Serikat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan adanya celah dalam kemampuan Amerika Serikat untuk mendeteksi dan menghadapi serangan drone dalam skala besar di wilayah domestik. []
Baca juga: Krisis Hantam USS Abraham Lincoln dari Kekurangan Makanan Hingga Bunuh Diri

