Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Kekacauan di Pentagon Hambat Agenda Keamanan AS

Published

on

Menteri Perang AS Pete Hegseth menghadapi sorotan The New York Times terkait kekacauan internal dan pergolakan kepemimpinan di Pentagon.
Menteri Perang AS Pete Hegseth menghadapi sorotan The New York Times terkait kekacauan internal dan pergolakan kepemimpinan di Pentagon.

Media ABI, 15 September 2026 – Kekacauan di Pentagon di bawah kepemimpinan Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth disebut telah mengganggu pekerjaan para pejabat senior dan menghambat pencapaian sejumlah prioritas keamanan nasional. The New York Times melaporkan kondisi tersebut pada Senin malam, sebagaimana dilansir Fars News Agency pada Selasa, 15 September 2026.

Baca juga: Saudi Minta Inggris Intervensi Militer di Yaman

Sejumlah pejabat militer aktif dan mantan pejabat yang mengetahui kondisi internal Pentagon mengatakan kepada The New York Times bahwa gejolak di bawah Hegseth telah menyita perhatian pimpinan militer dari tugas-tugas utama.

Mereka menggambarkan masa kepemimpinan Hegseth sebagai “kekacauan yang terus-menerus” yang membuat para pejabat senior kesulitan berkonsentrasi pada prioritas pertahanan dan keamanan Amerika Serikat.

Kondisi tersebut juga menimbulkan ketidakpercayaan di lingkungan militer. Para narasumber meminta identitas mereka tidak dipublikasikan karena khawatir mendapat perlakuan buruk dari atasan.

Menurut para sumber, Hegseth turut menghambat pekerjaan sejumlah pimpinan militer yang memiliki pengalaman tempur.

Dalam laporannya, The New York Times menyebut Hegseth telah memecat atau menghalangi promosi 80 jenderal dan laksamana. Pergantian tersebut, menurut laporan itu, membuat para perwira melihat mentor mereka yang memiliki pengalaman panjang diberhentikan tanpa mengetahui secara jelas kesalahan yang menjadi alasan tindakan tersebut.

Baca juga: CBS Publikasikan Wawancara Pilot AS Enam Bulan Setelah Jatuh di Iran

“Dia memecat atau menghalangi promosi 80 jenderal dan laksamana. Para perwira militer menyaksikan mentor mereka dengan pengalaman bertahun-tahun diberhentikan tanpa memahami dengan jelas apa yang sebenarnya mereka lakukan hingga dianggap salah,” tulis The New York Times.

Pergantian personel juga meninggalkan sejumlah jabatan penting di Pentagon tanpa pejabat definitif selama berbulan-bulan. Kondisi ini membuat sebagian perwira mempertimbangkan kembali kesediaan mereka menerima penugasan yang ditawarkan ataupun melanjutkan dinas pada posisi tersebut.

Menurut The New York Times, rangkaian pergolakan itu telah menciptakan persoalan internal yang memengaruhi kemampuan jajaran senior Pentagon untuk memusatkan perhatian pada agenda prioritas pertahanan Amerika Serikat. []

Baca juga: Pakar Militer AS: Perang Iran Meruntuhkan Ilusi Amerika Tak Terkalahkan