Internasional
Taktik Iran Memukul Mundur AS dalam Perang Tanker

Media ABI, 14 September 2026 – Media-media asing mengklaim Iran mulai menyasar kapal-kapal yang sedang berlabuh di Teluk Persia untuk meningkatkan tekanan terhadap kepentingan Amerika Serikat. Fars News Agency menyebut langkah tersebut sebagai respons atas serangan AS terhadap kapal-kapal tanker Iran dalam analisis yang diterbitkan pada Senin (14/9/2026).
Baca juga: IRGC: Intelijen AS Gagal Membaca Realitas Medan
Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat menyerang sejumlah tanker Iran, yang kemudian dibalas Tehran dengan berbagai tindakan, termasuk serangan terhadap pangkalan-pangkalan Amerika Serikat. Sejak awal perang, sebagian besar kapal dagang dan tanker yang menjadi sasaran Iran disebut merupakan kapal yang berupaya melintasi selat melalui jalur selain rute yang ditetapkan Tehran dan dianggap melanggar aturan yang diberlakukan Iran. Dalam perkembangan terbaru, sejumlah sumber asing yang dikutip Fars menyebut pola tersebut meluas ke kapal-kapal yang berada dalam posisi tetap di kawasan Teluk dan memiliki kepentingan Amerika Serikat.
Baca juga: CNN Bongkar Campur Tangan Pentagon terhadap Pilot F-15 yang Jatuh di Iran
Lembaga kajian Amerika Serikat, Institute for the Study of War atau ISW, melaporkan bahwa “Iran tampaknya menargetkan kapal-kapal dagang yang sedang berlabuh di Teluk Persia dan Teluk Oman.” ISW menyebut Iran kemungkinan menyerang tiga kapal tanker pada 9 September, yaitu Hercules Star yang berlabuh di lepas pantai Dubai, sebuah tanker gas alam cair atau LNG yang belum diketahui identitasnya di Pelabuhan Khor Fakkan, serta New Andros yang berada di perairan Irak. Menurut analisis Fars, pola tersebut menunjukkan upaya Iran memperluas tekanan terhadap kapal dagang yang memiliki kepentingan Amerika Serikat, termasuk ketika kapal berada dalam posisi tetap di pelabuhan.
Reuters kemudian melaporkan bahwa United Kingdom Maritime Trade Operations atau UKMTO pada Rabu mencatat sebuah insiden sekitar 24 mil laut dari Port Rashid, Uni Emirat Arab. Menurut badan tersebut, sebuah kapal yang sedang berlabuh diserang oleh proyektil yang belum diketahui asalnya.
Baca juga: Stok Rudal Pencegat Menipis, Trump Pamer Senjata Laser
Reuters juga melaporkan pernyataan Iran bahwa setelah Amerika Serikat menenggelamkan lima kapal tanker Iran, Tehran menyerang 10 kapal di sekitar Selat Hormuz. Reuters menyebut rangkaian tersebut sebagai gelombang serangan balasan terhadap kapal terbesar yang diumumkan kedua pihak sejak perang yang telah berlangsung selama enam bulan itu dimulai. []
Baca juga: Iran Kini Sasar Jalur Logistik Udara AS, Pertahanan Pangkalan Mulai Tertekan







