Internasional
Perangkap Emas Beijing untuk Dolar

Media ABI, 14 September 2026 – China terus membeli emas dan menambah cadangan nasionalnya, bersamaan dengan langkah Beijing memperluas penggunaan yuan dalam perdagangan internasional. Rangkaian kebijakan tersebut dinilai menunjukkan upaya mengurangi ketergantungan China terhadap dolar Amerika Serikat dan sistem keuangan yang didominasi negara-negara Barat, menurut laporan Fars News Agency pada Minggu (13/9/2026).
Baca juga: Rusia Tegaskan Perkuat Hubungan dengan Iran
Bank Sentral China menambah sekitar 20,2 ton emas pada Agustus. Pembelian tersebut menjadi kenaikan cadangan emas selama 22 bulan berturut-turut. Berdasarkan data resmi, total cadangan emas China kini mencapai sekitar 2.387 ton.
Pembelian emas berjalan bersama kebijakan untuk memperluas penggunaan yuan di luar negeri dan meningkatkan pemakaian mata uang nasional dalam perdagangan. Beijing juga mengembangkan mekanisme pembayaran yang tidak bergantung pada sistem keuangan Barat.
Upaya tersebut terlihat dalam agenda BRICS. Dalam pertemuan terbaru di New Delhi, negara-negara anggota menekankan penguatan kerja sama keuangan serta penggunaan mata uang lokal untuk pembayaran lintas negara. Namun, pernyataan BRICS tidak memuat rencana pembentukan mata uang bersama atau sistem transaksi berbasis emas sebagai pengganti langsung dolar dan SWIFT.
Kerja sama yang berkembang di BRICS lebih mengarah pada pembangunan jaringan keuangan alternatif. Negara-negara anggotanya berusaha mengurangi ketergantungan terhadap infrastruktur keuangan yang berada di bawah pengaruh Amerika Serikat, sekaligus memperbesar penggunaan mata uang nasional dalam perdagangan dan investasi.
Baca juga: Washington Tutupi Jumlah Korban Perang Iran, Kata Perwira AS
Pada saat yang sama, permintaan bank sentral terhadap emas terus meningkat. Data yang dipublikasikan menunjukkan emas telah melampaui surat utang pemerintah Amerika Serikat sebagai aset cadangan resmi terbesar dunia pada akhir 2025. Porsi emas dalam cadangan resmi global saat itu mencapai sekitar 27 persen.
Belum ada bukti bahwa China secara resmi sedang menyiapkan yuan berbasis emas atau hendak menghapus dolar dari perdagangan internasional. Namun, peningkatan cadangan emas, perluasan penggunaan yuan dan pengembangan mekanisme pembayaran alternatif menunjukkan perubahan bertahap dalam arah kebijakan keuangan Beijing.
Jika kecenderungan tersebut terus berlangsung, penggunaan emas dan yuan yang semakin luas bersama mekanisme pembayaran di luar sistem Barat dapat mengurangi dominasi dolar dalam perdagangan internasional. Bagi Amerika Serikat, perkembangan tersebut berpotensi mengurangi salah satu instrumen penting yang selama ini menopang pengaruh ekonominya. []
Baca juga: Iran kepada Pasukan AS, Tinggalkan Teluk Persia dan Kembali ke “Teluk Babi”

