Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Juru Bicara Angkatan Bersenjata Iran: AS Terjebak dalam Kebuntuan Strategis

Published

on

Brigjen Mohammad Akrami-Nia menyampaikan penilaian Angkatan Bersenjata Iran mengenai kebuntuan strategis Amerika Serikat dalam menghadapi perang.
Brigjen Mohammad Akrami-Nia menyampaikan penilaian Angkatan Bersenjata Iran mengenai kebuntuan strategis Amerika Serikat dalam menghadapi perang.

Ahlulbait Indonesia, 26 Juli 2026 – Juru Bicara Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, Brigjen Mohammad Akrami-Nia, menyatakan Amerika Serikat kini terjebak dalam kebuntuan dan erosi pengambilan keputusan strategis. Menurutnya, hingga kini Washington belum menunjukkan strategi yang jelas dalam menghadapi perkembangan perang.

Dalam wawancara dengan Shabakeh Khabar pada Minggu (26/7), Akrami-Nia mengatakan berbagai bukti menunjukkan bahwa para pejabat Amerika tengah berada dalam kondisi kebingungan strategis.

“Strategi Amerika bahkan tidak lagi jelas bagi para pejabatnya sendiri. Hal itu dapat dilihat dari pernyataan para pejabat AS, khususnya Presiden Amerika Serikat, serta dari tindakan Komando Pusat Militer AS (CENTCOM),” ujarnya.

Baca juga: The Atlantic: AS Harus Akui Kekalahan dalam Perang Melawan Iran

Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat mungkin akan menyusun skenario atau strategi baru dalam beberapa hari mendatang. Namun, berdasarkan kondisi saat ini, situasi yang dihadapi Washington bukanlah sesuatu yang telah direncanakan sebelumnya.

Menurut Akrami-Nia, perkembangan di lapangan menunjukkan bahwa strategi Amerika tidak berjalan sesuai tujuan maupun perhitungan mereka.

AS Gagal Mencapai Tujuan Perang

Juru Bicara Angkatan Bersenjata Iran menegaskan bahwa Amerika Serikat hingga kini belum berhasil mencapai tujuan-tujuan utama yang ingin diraih melalui perang.

Menurutnya, Washington berupaya membuka kembali Selat Hormuz, melemahkan atau menghancurkan kemampuan pertahanan Iran, serta mematahkan tekad Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran. Namun, tidak satu pun dari sasaran tersebut berhasil diwujudkan.

“Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran tetap berdiri kokoh di medan, terus menjaga Selat Hormuz, sementara kemampuan pertahanan negara bukan hanya tetap terpelihara, tetapi juga terus meningkat,” katanya.

Akrami-Nia menilai Washington kini berada dalam situasi yang kacau dan masih mencari strategi baru untuk menghadapi perkembangan perang.

Mengenai langkah Washington selanjutnya, Akrami-Nia mengatakan salah satu kemungkinan adalah upaya Amerika untuk keluar dari perang, apabila mendapat persetujuan dari Israel. Menurutnya, kunjungan Perdana Menteri Israel ke Amerika Serikat dalam waktu dekat dapat menjadi momentum pembahasan opsi tersebut.

Baca juga: NYT: Pentagon Tutupi Tentara AS Terluka, Puluhan Dievakuasi ke Jerman

Ia menambahkan bahwa skenario lain yang mungkin ditempuh adalah operasi udara berskala besar di bawah tekanan Israel. Selain itu, operasi darat juga tetap menjadi salah satu kemungkinan yang telah diantisipasi oleh Angkatan Bersenjata Iran.

“Jika Amerika melakukan operasi darat, tingkat kerentanan pasukannya akan meningkat secara signifikan. Kami telah mengkaji seluruh opsi yang mungkin dan menyiapkan respons untuk setiap skenario,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Iran telah menyiapkan respons untuk setiap skenario yang mungkin diambil Amerika Serikat.

Iran: Jika Agresi Berlanjut, Medan Perang Akan Meluas

Akrami-Nia kembali mengingatkan bahwa apabila Amerika Serikat terus melanjutkan agresinya, cakupan perang akan semakin meluas.

Menurutnya, peringatan tersebut kini telah terbukti di lapangan. Wilayah konflik telah meluas hingga Selat Bab al-Mandab dan mencakup kawasan yang lebih luas, mulai dari pangkalan-pangkalan Amerika di Yordania hingga negara-negara di pesisir Teluk Persia.

Baca juga: Iran: Serangan Balasan Memasuki Tahap Baru

“Apabila Amerika tetap mengikuti tekanan rezim Zionis dan bersikeras melanjutkan perang, terutama melalui serangan udara, maka geografi perang akan kembali meluas,” ujarnya.

Akrami-Nia menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Iran telah menyiapkan strategi-strategi baru untuk menghadapi perkembangan tersebut. Menurutnya, penerapan strategi itu akan mengubah keseimbangan di medan perang sekaligus menggagalkan perhitungan pihak lawan. []

Baca juga: Khaibar Shekan Seret Washington ke Jalan Buntu Strategis