Internasional
Kapal-Kapal Tanker Mendadak Tinggalkan Pelabuhan Kuwait dan Arab Saudi

Ahlulbait Indonesia, 26 Juli 2026 – Data citra satelit menunjukkan pelabuhan-pelabuhan utama di Kuwait dan Arab Saudi mengalami penurunan aktivitas, dengan sejumlah dermaga minyak tampak kosong dari kapal-kapal pengangkut.
Menurut laporan Fars News Agency pada Minggu (26/7/2026), pemantauan satelit selama enam jam terakhir memperlihatkan laju aktivitas bongkar muat di pelabuhan-pelabuhan kedua negara terus melambat.
Perkembangan ini terjadi setelah Yaman pada Jumat malam melancarkan serangan balasan terhadap fasilitas minyak Aramco dan Pelabuhan Yanbu di Arab Saudi sebagai respons atas serangan Saudi terhadap Pelabuhan Al-Hudaydah. Beberapa jam kemudian, citra satelit juga memperlihatkan kapal-kapal tanker meninggalkan Pelabuhan Jazan.
Baca juga: Yaman Balas Serangan Saudi, Aramco Digempur Puluhan Rudal Balistik dan Drone
Di sisi lain, pangkalan-pangkalan pendukung militer Amerika Serikat di Kuwait juga disebut menjadi sasaran serangan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran menyusul agresi Washington terhadap wilayah Iran.

Citra satelit terbaru memperlihatkan kompleks dermaga minyak Al-Ahmadi di Kuwait serta Jubail di Arab Saudi kini tampak hampir sepenuhnya kosong dari kapal.
Seorang analis citra satelit yang memantau perkembangan tersebut mengatakan kondisi itu tidak terjadi secara tiba-tiba. Menurutnya, aktivitas di dermaga terus menurun sejak berakhirnya nota kesepahaman terkait situasi keamanan kawasan.
Baca juga: Yaman Serang Balik Jizan Usai Hodeidah Diserang
“Saya terus memantau kawasan ini. Dermaga-dermaga terlihat semakin lengang dari waktu ke waktu, dan jumlah kapal yang melakukan pemuatan juga terus berkurang setiap hari,” ujarnya.
Bagi pasar energi, dermaga yang lengang bukan pemandangan yang biasa. Dalam situasi konflik, berkurangnya kapal di pelabuhan-pelabuhan strategis kerap menjadi indikator meningkatnya risiko keamanan. Jika tren ini berlanjut, dampaknya tidak hanya dirasakan di kawasan Teluk, tetapi juga berpotensi mengganggu rantai pasok dan stabilitas pasar energi global. []
Baca juga: Yaman Tegaskan Blokade Bab al-Mandeb Hanya Berlaku bagi Arab Saudi







