Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Iran: Serangan Balasan Memasuki Tahap Baru

Published

on

Juru Bicara Angkatan Bersenjata Iran, Brigjen Mohammad Akrami-Nia, menyampaikan pernyataan mengenai tahap baru serangan balasan dan kesiapan militer Iran.
Juru Bicara Angkatan Bersenjata Iran, Brigjen Mohammad Akrami-Nia, menyampaikan pernyataan mengenai tahap baru serangan balasan dan kesiapan militer Iran.

Ahlulbait Indonesia, 24 Juli 2026 – Juru Bicara Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, Brigjen Mohammad Akrami-Nia, menegaskan bahwa operasi balasan Iran akan memasuki tahap baru apabila Amerika Serikat terus melanjutkan serangan terhadap infrastruktur dan kawasan selatan negara itu.

Dalam pernyataan yang dikutip Mehr News pada Kamis (23/7), Akrami-Nia mengatakan, setelah Amerika melanggar kesepahaman yang telah dicapai, konfrontasi memasuki fase baru. Menurutnya, Angkatan Bersenjata Iran akan terus melancarkan serangan balasan selama serangan Amerika terhadap infrastruktur dan wilayah pesisir Iran masih berlangsung.

“Apabila musuh tetap bersikeras melanjutkan agresi terhadap infrastruktur di wilayah selatan negara kami, Republik Islam Iran akan menerapkan strategi dan skenario baru sehingga kelanjutan perang menjadi mustahil bagi pihak agresor,” ujarnya.

Baca juga: Dua Pangkalan Vital AS di Kuwait dan Bahrain Jadi Target Rudal IRGC

Iran Siapkan Strategi dan Skenario Baru

Akrami-Nia memperingatkan bahwa situasi saat ini tidak akan berlangsung dengan pola yang sama untuk waktu yang lama. Ia menegaskan bahwa Iran telah menyiapkan berbagai strategi dan skenario baru yang akan dijalankan apabila Amerika Serikat tetap melanjutkan agresinya.

Menurutnya, langkah-langkah tersebut dirancang untuk memaksa pihak lawan menghentikan perang.

“Berbagai skenario baru telah kami siapkan dan kami akan bertindak dengan cara yang berbeda untuk menghentikan musuh melanjutkan perang.”

Ia menambahkan, pembukaan medan atau dimensi baru dalam peperangan merupakan salah satu opsi strategis yang dimiliki Iran. Selain itu, masih terdapat sejumlah strategi lain yang akan diperkenalkan pada waktu yang dianggap tepat.

Kesiapan Tempur Terus Ditingkatkan

Akrami-Nia mengatakan Angkatan Udara Iran memanfaatkan masa gencatan senjata untuk memperkuat kesiapan tempur. Menurutnya, selain peningkatan kemampuan operasional, moral, motivasi, dan tekad personel Angkatan Udara serta Pertahanan Udara Iran kini berada pada kondisi yang lebih baik dibanding sebelumnya.

Ia juga menegaskan, Iran tidak menganggap satu pun bentuk agresi sebagai sesuatu yang mustahil. Karena itu, seluruh unsur Angkatan Bersenjata telah meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai skenario yang mungkin dipilih musuh.

Menurut Akrami-Nia, apabila pihak lawan memilih melancarkan invasi darat, tingkat kerentanannya justru akan jauh lebih besar dibandingkan jika hanya mengandalkan serangan udara atau serangan jarak jauh.

“Operasi darat akan membuka peluang yang jauh lebih besar bagi kami untuk menimbulkan kerugian dan korban yang lebih besar kepada musuh.”

Baca juga: IRGC Luncurkan Drone Shahed Bergambar Lamine Yamal Bawa Bendera Palestina

Pembalasan atas Darah Para Syuhada

Pada bagian akhir pernyataannya, Akrami-Nia menegaskan bahwa pembalasan atas gugurnya para syuhada, termasuk Pemimpin Syahid Iran, telah berkembang menjadi tuntutan publik dan kehendak nasional.

Ia mengatakan Angkatan Bersenjata Iran telah menyusun program dan langkah-langkahnya berdasarkan tuntutan tersebut, sekaligus sesuai arahan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata dalam berbagai pesannya.

Akrami-Nia menegaskan, Republik Islam Iran akan membalas darah para syuhada dan Pemimpin Syahidnya dari pihak yang disebutnya sebagai agresor. []

Baca juga: Iran Peringatkan Eropa: Jangan Jadi Mitra Agresi Amerika