Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Jerman Peringatkan Krisis Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb Bisa Picu Kelaparan

Published

on

Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul memperingatkan ancaman kelaparan akibat gangguan jalur pelayaran internasional dan keterlambatan pengiriman pupuk kimia.
Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul memperingatkan ancaman kelaparan akibat gangguan jalur pelayaran internasional dan keterlambatan pengiriman pupuk kimia.

Media ABI, 23 Oktober 2026 – Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul memperingatkan bahwa terganggunya jalur pelayaran internasional dapat memperburuk ancaman kelaparan di sejumlah wilayah dunia. Ia menyerukan kerja sama antarnegara untuk melindungi jalur perdagangan laut di tengah berbagai krisis yang melanda sejumlah kawasan.

Baca juga: Rincian Kesepakatan Rahasia Trump untuk Mengeruk Minyak Venezuela

Menurut laporan Al Jazeera, Jumat (23/10/2026), Wadephul menyampaikan hal itu menjelang pertemuannya dengan para sejawat dari tujuh negara di Istanbul, Turki. Ia menyoroti sejumlah krisis yang dinilainya membutuhkan koordinasi lebih erat antarnegara, mulai dari konfrontasi Amerika Serikat (AS) dan Iran, konflik di Yaman, hingga serangan Rusia terhadap kapal-kapal pengangkut biji-bijian di Laut Hitam.

Dampak gangguan pelayaran, menurut Wadephul, telah dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. “Kita semua merasakan dampak serangan terhadap jalur pelayaran, baik di stasiun pengisian bahan bakar maupun di supermarket,” katanya. Ia juga memperingatkan bahwa keterlambatan pengiriman pupuk kimia dapat memicu kelaparan di sejumlah wilayah dunia.

Baca juga: Nick Butterworth dan Pesan bagi Orang Tua: Luangkan Waktu untuk Bercerita kepada Anak

Wadephul menuding Iran dan kelompok Ansarullah Yaman, telah menyandera perdagangan global dengan mengganggu arus pasokan energi dan pupuk kimia. “Kami tidak dapat menerima Iran dan milisi Houthi menyandera perdagangan global serta terus mencekik arus pasokan energi dan pupuk kimia dunia,” ujarnya. Ia juga mendesak penghentian serangan terhadap kapal-kapal dan negara-negara tetangga.

“Serangan tanpa pandang bulu terhadap kapal-kapal dan negara-negara tetangga harus dihentikan,” kata Wadephul. Dalam pernyataannya, ia tidak menyinggung awal mula krisis maupun perang yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran.

Atas prakarsa Turki, para menteri luar negeri dari tujuh negara dijadwalkan berkumpul di Istanbul pada Jumat. Pertemuan tersebut akan membahas sejumlah persoalan, termasuk Palestina, Selat Hormuz, Yaman, serta perang Rusia-Ukraina. Seruan Jerman untuk melindungi jalur pelayaran internasional menjadi salah satu sorotan menjelang pertemuan itu, di tengah kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi energi, pupuk, dan komoditas pangan dunia. []

Baca juga: WFP Hentikan Bantuan Pangan bagi 500.000 Warga Palestina di Gaza