Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Reuters: Langit Riyadh Hampir Tanpa Pesawat Sepanjang Oktober

Published

on

Bandara Internasional King Khalid di Riyadh mengalami gangguan penerbangan besar. Sekitar 86 persen penerbangan terjadwal dibatalkan pada 8–25 Oktober, menurut data Cirium yang dikutip Reuters.
Bandara Internasional King Khalid di Riyadh mengalami gangguan penerbangan besar. Sekitar 86 persen penerbangan terjadwal dibatalkan pada 8–25 Oktober, menurut data Cirium yang dikutip Reuters.

Media ABI, 27 Oktober 2026 – Serangan Yaman memaksa sejumlah maskapai penerbangan internasional menangguhkan layanan ke Riyadh, ibu kota Arab Saudi, hingga November mendatang. Serangan tersebut juga mengganggu lalu lintas udara di berbagai bandara di negara itu.

Baca juga: Yaman Serang Jalur Pipa Minyak dan Bandara Riyadh

Dalam laporan berjudul “How Houthi attacks have grounded flights across Saudi Arabia” yang diterbitkan Reuters pada 26 Oktober 2026, Gianluca Lo Nostro melaporkan bahwa serangan kelompok Houthi (Ansarullah) menyebabkan lalu lintas udara di Riyadh nyaris terhenti sepanjang Oktober. Laporan itu mengacu pada data penerbangan dari perusahaan analisis penerbangan Cirium.

Menurut laporan Reuters, sebanyak 4.071 dari 4.736 penerbangan terjadwal di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, dibatalkan selama 8–25 Oktober. Angka tersebut setara dengan sekitar 86 persen dari seluruh penerbangan terjadwal dalam periode itu.

Serangan Ansarullah terhadap Arab Saudi meningkat sepanjang Oktober, dengan bandara, pelabuhan, dan fasilitas minyak menjadi sasaran rudal balistik serta pesawat nirawak. Bandara Riyadh, yang merupakan bandara tersibuk kedua di Arab Saudi setelah Jeddah, juga berulang kali menjadi sasaran serangan.

Gangguan tersebut mendorong sejumlah maskapai internasional menangguhkan penerbangan ke Riyadh hingga November. Sementara itu, Delta Air Lines menunda peluncuran rute penerbangannya ke ibu kota Arab Saudi itu hingga tahun depan.

Baca juga: The Times: Rudal Yaman Mengguncang Visi Ekonomi Mohammed bin Salman

Dampak pembatalan penerbangan meluas ke berbagai wilayah kerajaan. Data Cirium yang dikutip Reuters menunjukkan, lebih dari 7.800 penerbangan keberangkatan terjadwal dari bandara-bandara Arab Saudi dibatalkan pada 8–25 Oktober, atau sekitar 45 persen dari total penerbangan dalam periode tersebut. Tingkat pembatalan mencapai puncaknya pada 12 Oktober, ketika melampaui 60 persen dari jadwal keberangkatan nasional.

Sejumlah bandara lain juga mengalami gangguan signifikan. Tingkat pembatalan penerbangan di Riyadh mencapai 86 persen, Dammam 42 persen, dan Abha 46,7 persen. Di sejumlah bandara regional yang lebih kecil, pembatalan bahkan mencakup sebagian besar penerbangan. Di Bandara Najran, yang terletak dekat perbatasan Yaman, seluruh penerbangan terjadwal dibatalkan. []

Baca juga: Ansarullah: Kekuatan Militer dan Intelijen Yaman Lampaui Perkiraan Musuh