Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Jenderal AS: Berakhirnya 15 Pangkalan Militer AS di Kawasan

Published

on

McCaffrey menyebut AS perlu bernegosiasi untuk memperoleh kembali akses strategis di kawasan.
Pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk yang disebut analis AS kehilangan akses setelah perang dengan Iran.

Media ABI, 24 Agustus 2026 — Purnawirawan jenderal Angkatan Darat Amerika Serikat Barry McCaffrey menyebut militer AS kemungkinan telah kehilangan akses ke 15 pangkalan militernya di kawasan Teluk untuk selamanya setelah perang dengan Iran.

Fars News Agency melaporkan pada Senin (24/8/2026), McCaffrey yang kini menjadi analis keamanan di jaringan berita MS NOW menyampaikan pandangan tersebut melalui akun pribadinya di X. “Menurut saya, militer Amerika telah kehilangan akses ke 15 pangkalan militernya di Teluk untuk selamanya,” tulisnya.

Baca juga: Ribuan Perusahaan Swasta Dilibatkan untuk Genjot Industri Pertahanan Iran

Pernyataan itu muncul beberapa hari setelah The Washington Post melaporkan bahwa Pentagon mempertimbangkan pengurangan kehadiran militer AS di kawasan Teluk setelah perang. Washington juga disebut tidak akan memulihkan pangkalan-pangkalan tersebut ke kondisi seperti sebelum perang.

Kerusakan berat pada peralatan dan fasilitas militer Amerika selama perang dengan Iran disebut menjadi salah satu alasan di balik langkah tersebut.

McCaffrey juga menilai Iran kini mengendalikan akses menuju negara-negara Arab di pesisir Teluk. Untuk memperoleh kembali akses menuju kawasan barat Arab Saudi, Israel, dan Eropa selatan, menurutnya, Amerika Serikat harus menempuh jalur negosiasi.

Baca juga: Iran Memburu “Mata” Amerika di Teluk, Radar TPS-57 Al Dhafra Hancur

Jika penilaian tersebut terbukti, perubahan itu akan berdampak langsung pada posisi militer Washington di kawasan, terutama terhadap akses ke jaringan pangkalan yang selama ini menopang kehadiran Amerika di sekitar Teluk. []

Baca juga: Khibiny di Balik Su-35, Perisai Elektronik untuk Mengecoh Radar Lawan