Internasional
Khibiny di Balik Su-35, Perisai Elektronik untuk Mengecoh Radar Lawan

Media ABI, 19 Agustus 2026 — Pesawat tempur modern tidak hanya bertarung dengan kecepatan, manuver dan persenjataan. Di balik pertempuran udara berlangsung pertarungan lain yang nyaris tak terlihat, yakni perebutan kendali ruang elektromagnetik. Pada Su-35 Rusia, salah satu perangkat yang mengambil peran dalam pertarungan tersebut adalah Khibiny, sistem penanggulangan elektronik atau electronic countermeasures yang dirancang untuk menghadapi radar dan sistem pemandu lawan, menurut laporan Fars News Agency, Rabu, 19 Agustus 2026.

Khibiny, Perisai Elektronik Su-35
Khibiny, yang dikenal dengan kode L-175V, dirancang untuk mengacaukan proses deteksi dan pelacakan lawan. Sistem ini dapat menciptakan gangguan sinyal dan informasi palsu sehingga posisi sebenarnya pesawat lebih sulit dikenali. Dalam menghadapi ancaman rudal berpemandu radar, fungsi tersebut ditujukan untuk mengurangi peluang pesawat berhasil dilacak hingga tahap akhir.
Baca juga: Ghalibaf kepada AS, “Jangan Tunggu Keajaiban dari Hegseth dan Bessent”
Secara fisik, perangkat Khibiny berbentuk modul eksternal yang menyerupai wadah memanjang dan pada sejumlah konfigurasi ditempatkan di ujung sayap pesawat. Sistem tersebut dikembangkan sejak era Uni Soviet dan terus mengalami penyempurnaan. Selain Su-35, teknologi Khibiny digunakan pada sejumlah pesawat militer Rusia dari keluarga Sukhoi, termasuk Su-30SM dan Su-34.
Pengembangan awal Khibiny dilakukan oleh Kaluga Research Radio-Electronic Institute atau KNIRTI. Sistem tersebut mula-mula dirancang untuk meningkatkan perlindungan pesawat pengebom taktis Su-34 dari ancaman radar. Seiring berkembangnya jaringan pertahanan udara dan meningkatnya kemampuan sistem deteksi, Khibiny kemudian dikembangkan dalam sejumlah varian dengan kemampuan yang lebih maju.
Pada Su-35, laporan Fars menyebut varian L-265M10 Khibiny-M dan Khibiny-U yang dioptimalkan untuk bekerja bersama arsitektur avionik pesawat. Integrasi tersebut mencakup sistem pengendalian persenjataan Sh135 dan radar N035 Irbis-E.
Hubungan antarsistem memungkinkan Khibiny memantau lingkungan elektromagnetik di sekitar pesawat, mengenali pancaran yang dianggap sebagai ancaman dan menentukan respons elektronik yang sesuai. Sebagian proses berlangsung secara otomatis sehingga pilot tidak harus menangani setiap ancaman secara manual ketika berada dalam situasi tempur.

Ketika Radar Lawan Dikelabui
Salah satu teknologi utama yang dikaitkan dengan Khibiny adalah Digital Radio Frequency Memory atau DRFM. Teknologi tersebut menjadi pembeda penting dari sistem pengacau generasi lama yang mengandalkan pancaran gangguan berdaya tinggi.
Melalui pendekatan digital, sinyal yang diterima dari radar lawan dapat direkam dan diproses untuk menghasilkan respons elektronik yang mengganggu proses deteksi. Perubahan karakteristik sinyal memungkinkan sistem peperangan elektronik menciptakan gambaran yang tidak akurat bagi perangkat pendeteksi lawan.
Baca juga: Serangan Iran ke Pangkalan Bahrain Picu Krisis USS Abraham Lincoln
Dengan cara tersebut, radar atau sistem pencari rudal dapat menghadapi gambaran sasaran yang keliru sehingga proses pelacakan terhadap pesawat menjadi lebih sulit. Dalam peperangan udara modern, kemampuan mempertahankan diri dari deteksi semacam ini menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan daya tahan sebuah pesawat di medan tempur.

Pesawat tempur Su-35 Rusia yang dilengkapi sistem peperangan elektronik Khibiny untuk menghadapi ancaman radar dan pertahanan udara lawan.
Khibiny juga menggunakan pendekatan modular. Konfigurasi perangkat dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasi. Modul yang ditempatkan di bagian ujung sayap membawa perangkat pendeteksi pancaran radar sekaligus komponen untuk menjalankan fungsi pengacauan elektronik.
Pada misi yang membutuhkan kemampuan peperangan elektronik lebih besar, laporan Fars menyebut perangkat seperti SAP-14. Sistem tersebut memiliki kemampuan pengacauan dengan cakupan lebih luas dan dapat digunakan ketika pesawat menghadapi jaringan pertahanan udara terpadu atau Integrated Air Defense System.
Dalam konfigurasi tersebut, kemampuan peperangan elektronik tidak hanya berkaitan dengan keselamatan satu pesawat. Sistem dengan cakupan lebih luas dapat memberikan perlindungan elektronik bagi pesawat lain dalam satu kelompok penerbangan ketika menghadapi jaringan radar dan pertahanan udara yang saling terhubung.

Pertarungan Udara Bergeser ke Ruang Elektronik
Peran tersebut semakin penting dalam pertempuran udara jarak jauh di luar jangkauan visual. Rudal udara ke udara dengan pencari radar aktif, termasuk keluarga AIM-120 AMRAAM, memungkinkan pesawat menyerang sasaran dari jarak jauh tanpa kontak visual. Dalam situasi seperti itu, kemampuan mengurangi efektivitas deteksi dan pelacakan menjadi salah satu faktor yang menentukan peluang bertahan sebuah pesawat.
Namun, peperangan elektronik bukan perlombaan yang memiliki garis akhir. Setiap peningkatan kemampuan pengacauan akan diikuti pengembangan radar dan rudal untuk mengatasinya. Sistem deteksi modern terus menggunakan berbagai pendekatan untuk mempertahankan kemampuan menemukan dan melacak sasaran ketika menghadapi gangguan elektronik.
Baca juga: Iran Peringatkan Trump soal Hormuz, “Klaim Anda Akan Kami Koreksi”
Karena itu, radar dan rudal terus diperbarui, sementara sistem peperangan elektronik harus beradaptasi terhadap perubahan tersebut. Pertarungan berlangsung pada kemampuan masing-masing pihak membaca lingkungan elektromagnetik, mengenali pola ancaman dan merespons perubahan dengan cepat.

Pengalaman Tempur Mendorong Pembaruan
Pengalaman Rusia kemudian menjadi salah satu sumber penting bagi pengembangan Khibiny. Operasi militer di Suriah dan terutama perang di Ukraina memberikan pengalaman menghadapi berbagai jenis radar serta sistem pertahanan udara dalam lingkungan yang berisiko tinggi.
Menurut laporan Fars, pengalaman tersebut memungkinkan pengembang Rusia memperbarui basis data ancaman Khibiny. Pembaruan itu mencakup pengenalan terhadap pola pancaran yang sebelumnya belum dikenal sehingga sistem dapat merespons ancaman dengan lebih cepat dan tepat.
Baca juga: Rudal Iran Kembali Capai 2.500, Mossad Dibuat Pusing
Pada Su-35, Khibiny menunjukkan bagaimana peperangan elektronik telah menjadi bagian penting dari kemampuan bertahan pesawat tempur modern. Perangkat tersebut bukan hanya pelengkap persenjataan, melainkan bagian dari sistem yang membantu pesawat menghadapi medan udara yang semakin dipenuhi radar, sensor dan rudal berpemandu.
Pertarungan udara dengan demikian tidak hanya ditentukan oleh siapa yang lebih cepat melihat lawan. Kemampuan membuat lawan kehilangan gambaran akurat tentang apa yang terjadi di udara juga menjadi bagian dari perebutan keunggulan. []
Baca juga: IRGC: AS Gunakan Perang Hibrida untuk Melumpuhkan Ketahanan Iran







